Ketika Pemerintah Abai, Asosasi Medis India Beberkan Besarnya Jumlah Dokter Yang Meninggal Karena Covid-19

Dokter di India/Net

Asosiasi Medis India (IMA) marah dengan sikap pemerintah yang tampak abai dengan jumlah dokter yang meninggal dunia karena tertular Covid-19.

Melalui pernyataannya, IMA mencatat ada 382 dokter yang meninggal dunia akibat Covid-19 di India. Itu adalah angka kematian dokter akibat Covid-19 paling tinggi di dunia.

Dokter termuda yang meninggal berusia 27 tahun dan yang tertua adalah 85 tahun. Tingkat kematian dokter di India sendiri 10 kali lebih tinggi daripada populasi umum.

Data yang diberikan IMA tersebut merupakan tanggapan atas komentar pemerintah yang enggan menyebut jumlah korban tenaga medis akibat Covid-19,

Beberapa hari setelah India memiliki 5 juta kasus virus corona, Menteri Kesehatan Dr Harsh Vardhan mengaku tidak mengetahui angka kematian dokter akibat Covid-19.

"Tampaknya mereka dapat diabaikan. Berpura-pura bahwa informasi ini tidak pantas menjadi perhatian bangsa adalah keji," ujar IMA dalam pernyataannya yang dikutip Sydney Morning Herald pada Minggu (20/9).

"Para dokter dan petugas kesehatan tidak hanya tertular sesuai tugas nasional tetapi juga membawa pulang penularan ke keluarga mereka, termasuk anak-anak. Memperlakukan para martir ini dengan acuh tak acuh adalah penistaan ‚Äč‚Äčnasional," sambungnya.

Ketegangan antara profesional perawatan kesehatan dan pemerintah India telah meningkat tinggi sejak awal pandemi Covid-19. Pasalnya, dana yang diberikan pemerintah untuk perawatan kesehatan sangatlah minim.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi diketahui hanya menghabiskan 2,66 dolar AS atau setara dengan Rp 40 ribu (Rp 14.800/dolar AS) per warga negara untuk perawatan kesehatan. Itu adalah salah satu angka terendah di dunia.

Alhasil, para tenaga medis mengatakan kurangnya dana membuat mereka sulit menyediakan alat pelindung diri yang akhirnya menjadikan mereka lebih rentan terhadap infeksi.

Padahal, sebelum pandemi Covid-19, India kekurangan 600 ribu dokter dan 2 juta perawat. Sehingga para tenaga medis harus bekerja selama dua pekan berturut-turut tanpa istirahat.

Skema asuransi yang disiapkan untuk keluarga almarhum tenaga medis juga telah terhambat oleh masalah birokrasi dan diduga tidak dibayarkan.

Tenaga kesehatan di seluruh India juga telah melakukan pemogokan rutin atas gaji yang belum dibayar.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pasca Pembunuhan Samuel Paty, Prancis Akan Menindak Postingan Berisi Identitas Pribadi
Dunia

Pasca Pembunuhan Samuel Paty..

24 Oktober 2020 06:50
Pemilu Bolivia: Luis Arce Raih Kemenangan Telak Dengan 55 Persen Suara
Dunia

Pemilu Bolivia: Luis Arce Ra..

24 Oktober 2020 06:35
Konflik Laut Mediterania, Bisakah Rusia Dapat Untung Dari Pertengkaran Turki-Yunani?
Dunia

Konflik Laut Mediterania, Bi..

24 Oktober 2020 05:41
Iran Kepada Armenia Dan Azerbaijan: Tidak Ada Toleransi Serangan Di Perbatasan
Dunia

Iran Kepada Armenia Dan Azer..

23 Oktober 2020 19:42
Tolak Kehadiran Militer China, Warga Kamboja Gelar Aksi Protes Dekat Kedutaan
Dunia

Tolak Kehadiran Militer Chin..

23 Oktober 2020 16:40
Hasil Pemilu Berujung Kerusuhan Berdarah, Sekjen PBB Minta Semua Pihak Di Guinea Tetap Tenang
Dunia

Hasil Pemilu Berujung Kerusu..

23 Oktober 2020 16:04
Kremlin: Presiden Putin Sudah Melakukan Segala Hal Untuk Mendamaikan Armenia Dan Azerbaijan
Dunia

Kremlin: Presiden Putin Suda..

23 Oktober 2020 15:14
Balas Serangan Roket Hamas, Israel Bombardir Situs Pembuatan Senjata Di Jalur Gaza
Dunia

Balas Serangan Roket Hamas, ..

23 Oktober 2020 14:45