Langka, Vladimir Putin Hingga Xi Jinping Akan Berpidato Di Sidang Majelis Umum PBB

PBB akan memperingati hari jadi ke-75 pada Senin, 21 September 2020/Net

Besok, Senin (21/9), Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan memperingati hari jadinya yang ke-75. Di tengah pandemi Covid-19, PBB kembali mengkampanyekan multilateralisme dan kerja sama internasional.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya di mana para pemimpin dan perwakilan dari hampir 200 negara berkumpul bersama. Tahun ini, Sidang Majelis Umum PBB digelar secara hybrid, sebagian besar tamu yang merupakan pemimpin negara hanya hadir secara virtual.

Totalnya, ada sekitar 160-170 kepala negara yang akan hadir dan berpidato secara virtual di Sidang Majelis Umum PBB.

Dimuat AFP, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping akan menyampaikan pidatonya pada Selasa (22/9). Kehadiran mereka sendiri sangat jarang karena setiap tahunnya kedua pemimpin itu kerap diwakilkan.

Selain Putin dan Xi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga akan hadir pada hari yang sama.

Sehari setelahnya, Rabu (23/9), Presiden Venezuela Nicolas Maduro,  akan berpidato di hadapan majelis melalui video. Jika sesuai jadwal, Presiden Joko Widodo juga akan menyampaikan pidato pada hari yang sama.

Setidaknya ada dua pemimpin negara yang tidak menjadi pembicara, di antaranya adalah Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Suriah Bashar al Assad.

"Diplomasi, agar efektif, membutuhkan kontak pribadi, dan saya sangat menyesal kami tidak akan memiliki kesempatan untuk mempertemukan para pemimpin negara," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Acara sendiri akan dimulai dengan deklarasi bersama yang penuh dengan niat baik dan seruan untuk memerangi unilateralisme. Meski sebenarnya situasi sejak awal pandemi menunjukkan unilateralisme kian tumbuh dengan pembatasan sosial hingga perebutan vaksin.

"Dunia kita belum menjadi dunia yang dibayangkan oleh para pendiri kita 75 tahun lalu," demikian bunyi deklarasi tersebut sembari menyebutkan masih adanya kemiskinan, kelaparan, konflik bersenjata, terorisme, dan perubahan iklim.

Meski begitu, deklarasi tersebut mencatat, PBB telah membantu mewujudkan dekolonisasi, mempromosikan kebebasan, menetapkan standar untuk pembangunan dan memberantas penyakit.

"PBBa telah membantu mengurangi puluhan konflik, menyelamatkan ratusan ribu nyawa melalui aksi kemanusiaan dan memberikan jutaan anak pendidikan yang layak untuk setiap anak," lanjut deklarasi itu.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Luis Arce Menang Pemilu, Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Tinggalkan Argentina Menuju Venezuela
Dunia

Luis Arce Menang Pemilu, Man..

24 Oktober 2020 11:56
Diduga Kunjungi Restoran Di Tengah Pandemi Dan Langgar Aturan Yang Dibuatnya, Menkes Ceko Terancam Dipecat
Dunia

Diduga Kunjungi Restoran Di ..

24 Oktober 2020 11:11
Kelompok Yahudi Di AS Terpecah Karena Normalisasi Sudan-Israel, Dewan Demokratik: Ini  Alat Politik Trump
Dunia

Kelompok Yahudi Di AS Terpec..

24 Oktober 2020 10:39
Fauci: Trump Belum Menghadiri Pertemuan Gugus Tugas Virus Corona Gedung Putih Dalam Beberapa Bulan
Dunia

Fauci: Trump Belum Menghadir..

24 Oktober 2020 10:03
Mengapa Pelosi Mendesak Agar Berhati-hati Terhadap Pernyataan Tentang Pemilu AS Yang Dikeluarkan Intelijen?
Dunia

Mengapa Pelosi Mendesak Agar..

24 Oktober 2020 09:21
Ada Ancaman Teroris Dan Penculikan, Kedubes AS Di Turki Tangguhkan Layanan Visa
Dunia

Ada Ancaman Teroris Dan Penc..

24 Oktober 2020 08:56
Meskipun Tertinggal Di Belakang China, India Berpotensi Menjadi Negara Kuat
Dunia

Meskipun Tertinggal Di Belak..

24 Oktober 2020 07:48
Normalisasi Hubungan Sudan-Israel, Netanyahu Senang Palestina Meradang
Dunia

Normalisasi Hubungan Sudan-I..

24 Oktober 2020 07:34