Menhan Turki Kecam Headline Berita Dimokratia: Rekor Memalukan, Tanda Hitam Sejarah Pers Yunani

Menhan Turki Hulusi Akar/Net

Menteri pertahanan Turki Hulusi Akar mengecam tajuk berita di sebuah surat kabar Yunani yang mengangkat berita tentang Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Minggu (20/9).

Ia menyebut judul berupa sumpah serapah itu sebagai noda hitam dalam sejarah pers Yunani.

"Rekor memalukan itu akan tetap menjadi tanda hitam dalam sejarah pers Yunani," kata Hulusi Akar dalam pernyataan Kementerian Pertahanan Nasional di Twitter, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Minggu (20/9).

Dia mengutuk hal itu sebagai pernyataan yang sangat tidak berharga yang muncul di dalam sebuah koran dengan mengatakan hal itu bahkan tidak terkait dengan jurnalisme.

Sebelumnya surat kabar Demokratia pada edisinya yang terbit pada Jumat (18/9) menulis sebuah berita dengan judul berisi kata-kata makian terhadap Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Akar mengatakan siapa pun yang berakal sehat, termasuk orang-orang Yunani yang berpikiran jernih, akan menolaknya.

"Kami mengharapkan tindakan administratif dan yudisial yang diperlukan segera diambil oleh otoritas Yunani terhadap mereka yang bertujuan untuk menyabotase hubungan bilateral, dan sudah terkutuk dalam kesadaran publik," tambahnya.

Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun juga mengutuk surat kabar tersebut.

"Kami meminta pemerintah Yunani untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas tindakan tak tahu malu dan celaka ini," katanya dalam sebuah cuitan di akun pribadinya.

Omer Celik, juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan yang berkuasa, juga mengecam pernyataan yang jelek dan tercela itu, dengan mengatakan bahwa 'bahasa beracun' dari beberapa politisi Yunani berada di balik tindakan tersebut.

Sebelumnya, Turki telah memanggil utusan Yunani untuk mengajukan protes terhadap berita tersebut.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36
Israel Kirim Surat Ke Bahrain, Ingin Buka Kedutaan Besar Di Manama
Dunia

Israel Kirim Surat Ke Bahrai..

19 Oktober 2020 16:06
Perdamaian Di Afghanistan, Kesempatan Emas Indonesia Lawan Terorisme Di Dalam Negeri
Dunia

Perdamaian Di Afghanistan, K..

19 Oktober 2020 15:53
Menteri Pendidikan Meisch: Angka Kasus Meningkat, Itu Karena Banyak Yang Tidak Menghormati Peraturan
Dunia

Menteri Pendidikan Meisch: A..

19 Oktober 2020 15:48
Indonesia Punya Kapasitas Untuk Bantu Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Indonesia Punya Kapasitas Un..

19 Oktober 2020 15:26
Seberapa Besar Pengaruh Suara Venezuela Pada Pemilihan Presiden AS 2020?
Dunia

Seberapa Besar Pengaruh Suar..

19 Oktober 2020 15:20