Svetlana Tikhanovskaya Desak Uni Eropa Tunjukkan Keberanian Jatuhkan Sanksi Pada Pejabat Belarusia

Pemimpin oposisi utama Belarusia, Svetlana Tikhanovskaya/Net

Pemimpin oposisi utama Belarusia, Svetlana Tikhanovskaya, kembali beraksi mengajak negara-negara Uni Eropa agar segera memberi sanksi kepada sejumlah pejabat yang ia tuding terlibat dalam kecurangan pemilihan presiden Belarusia Agustus lalu.

Tikhanovskaya  mengatakan hal tersebut saat melakukan perjalanan ke Brussel untuk menantang menteri luar negeri blok itu agar menunjukkan keberaniannya.

Hingga saat ini, Uni Eropa belum menindaklanjuti ancaman untuk menjatuhkan sanksi pada daftar sekitar 40 pejabat Belarusia yang diduga ikut andil dalam kecurangan, walaupun protes massal terus berlangsung.

“Para pemimpin Uni Eropa memiliki alasan untuk tidak memaksakan sanksi, tetapi saya meminta mereka untuk lebih berani,” kata pemimpin oposisi Belarusia Sviatlana Tsikhanouskaya, yang melarikan diri ke Lituania setelah pemilu. Ia mengatakan hal itu kepada wartawan setelah bertemu dengan para menteri luar negeri UE, seperti dikutip dari AFP, Senin (21/9).

“Sanksi itu sangat penting dalam perjuangan kami, menjadi bagian dari desakan kepada pemerintah untuk memulai dialog dengan kami di dewan oposisi,” lanjutnya.

UE mengatakan pada akhir Agustus lalu bahwa mereka akan memberlakukan pembekuan aset dan larangan perjalanan pada pejabat Belarusia, tetapi sanksi itu membutuhkan kesepakatan di antara 27 negara anggota.

Menteri Luar Negeri Lithuania Linas Linkevicius, salah satu pendukung terkuat untuk sanksi Belarusia, mengatakan ia berharap negara-negara Uni Eropa lainnya tidak akan membiarkan Uni Eropa berada dalam ketidakpastian.

Presiden Lithuania, Polandia, dan Rumania, mengatakan pada hari Senin (21/9) waktu setempat, bahwa mereka akan meminta para pemimpin Uni Eropa pada pertemuan puncak minggu ini untuk menawarkan paket dukungan ekonomi bagi Belarus jika mengadakan pemilihan demokratis.

Dukungan ekonomi yang ditawarkan itu mencakup perdagangan yang menguntungkan dengan UE, perjalanan bebas visa, dan dukungan sebagai calon Organisasi Perdagangan Dunia.

Siprus mengatakan mendukung sanksi terhadap Belarus tetapi mereka juga ingin blok itu bertindak atas Turki.

“Reaksi kami terhadap segala jenis pelanggaran,  nilai-nilai dasar dan prinsip, tidak bisa a la carte. Itu memerlukan konsistensi,” kata Menteri Luar Negeri Siprus Nikos Christodoulides.

Menurut rencana, para pemimpin Uni Eropa akan membahas masalah Siprus pada hari Kamis (24/9) di pertemuan puncak. Para diplomat UE mengatakan Jerman khawatir sanksi akan merusak kemajuan diplomatik dalam meredakan ketegangan dengan Ankara.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02