Politisi: Swiss Tidak Butuh Jet Tempur Yang Mahal, Siapa Musuhnya?

Jet tempur Eurofighter/Net

Rencana Swiss membeli jet tempur baru untuk menggantikan armada militernya yang sudah tua mendapat kecaman dari rakyatnya. Sejumlah pihak juga ikut menentang agenda yang akan menghabiskan uang miliaran dolar AS itu dengan alasan bahwa Swiss tidak memiliki musuh.

Pembelian jet-jet tempur baru itu senilai 6,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 96 triliun, Jumlah yang cukup tinggi dan dinilai sebagai pemborosan untuk membeli jet-jet tempur baru.

Anggota parlemen dari Partai Sosial Demokrat, Priska Seiler Graf, mengatakan rencana itu tidak masuk akal.

"Siapa musuh kita? Siapa yang menyerang negara kecil dan netral ini serta dikelilingi oleh NATO?" kata Priska, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/9).

Wilayah Swiss yang tidak luas dan dapat dilintasi jet supersonik dalam hitungan 10 menit, menambah deretan alaan lainnya, sehingga pesawat canggih tak akan berguna banyak.

Banyak negara lain yang juga tidak memiliki jet tempur, contohnya Irlandia, Malta, dan Luksemburg.

Pemerintah akan menggelar referendum pada 27 September mendatang untuk meminta persetujuan pembelian salah satu dari empat kandidat jet tempur yang akan dibeli pada 2021. Empat jet itu adalah Eurofighter dari Airbus, Rafale dari Dassault Prancis, F/A-18 Super Hornet dari Boeing, atau F-35 Lightning II Lockheed Martin, AS.

Pesawat-pesawat itu akan menggantikan 30 unit F/A-18 Hornets yang sudah tua yang akan berhenti beroperasi pada 2030.

Graf memberikan alternatif jet tempur lebih murah sesuai dengan kondisi Swiss, seperti pesawat latih Leonardo M346.

“Kami butuh pesawat baru, itu tidak masalah. Kami merasa cukup membeli pesawat lebih ringan dan sederhana, itu sudah cukup. Akan lebih baik memiliki Fiat daripada Maserati," katanya, membandingkan dengan merek mobil.

Referendum serupa digelar 6 tahun lalu, di mana publik menolak pembelian jet Gripen dari Swedia.

Anggota parlemen dari Partai Rakyat yang juga mantan pilot angkatan udara, Thomas Hurter, mengatakan Swiss harus melindungi diri tanpa bergantung pada negara lain. Untuk itu peremajaan armada tempur menjadi penting.

“Jika kita tidak mengganti pesawat tua ini, artinya kita tidak punya angkatan udara, tidak ada perlindungan lagi, dan kita tidak mematuhi konstitusi,” ujarnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36
Israel Kirim Surat Ke Bahrain, Ingin Buka Kedutaan Besar Di Manama
Dunia

Israel Kirim Surat Ke Bahrai..

19 Oktober 2020 16:06
Perdamaian Di Afghanistan, Kesempatan Emas Indonesia Lawan Terorisme Di Dalam Negeri
Dunia

Perdamaian Di Afghanistan, K..

19 Oktober 2020 15:53
Menteri Pendidikan Meisch: Angka Kasus Meningkat, Itu Karena Banyak Yang Tidak Menghormati Peraturan
Dunia

Menteri Pendidikan Meisch: A..

19 Oktober 2020 15:48
Indonesia Punya Kapasitas Untuk Bantu Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Indonesia Punya Kapasitas Un..

19 Oktober 2020 15:26
Seberapa Besar Pengaruh Suara Venezuela Pada Pemilihan Presiden AS 2020?
Dunia

Seberapa Besar Pengaruh Suar..

19 Oktober 2020 15:20