Lanjut Kasus Navalny, Jaksa Rusia Minta Jerman Cari Tahu Siapa Yang Merencanakan Perjalanan Ke Tomsk

Aktivis oposisi Rusia, Alexei Navalny, yang diduga diracun/Net

Melanjutkan penyelidikan kasus 'keracunan' yang dialami aktivis oposisi Rusia Alexei Navalny, Kantor Kejaksaan Agung Rusia meminta otoritas Jerman terkait agar mempelajari beberapa detail penting.

"Secara khusus, [Kantor Kejaksaan] sedang mencari tahu siapa yang merencanakan perjalanan Navalny ke Novosibirsk dan Tomsk, dan kapan, siapa yang membeli tiket, memesan hotel, dan merencanakan rute perjalanan, serta bagaimana komposisi pengerjaannya," kata Kantor Kejaksaan Agung dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs RT.

Jaksa Rusia meminta status kesehatan Alexei A. Navalny diperbaharui saat ini, serta kemungkinan agar status itu dilibatkan dalam prosedur investigasi.

Mereka juga meminta informasi tentang orang-orang yang menemani Navalny sejak keberangkatannya dari Moskow hingga dirawat di rumah sakit di Omsk.

"Juga tentang produk makanan yang ia konsumsi, dan apakah ia juga mengonsumsi obat-obatan atau suplemen makanan," ujar Kantor Kejaksaan Agung, mengutip Interfax, Selasa (21/9).

Kantor Kejaksaan Agung meminta rekan-rekan Jermannya untuk mewawancarai Navalny terkait informasi ini.

Sebelumnya, pada 14 September, Kantor Kejaksaan Agung Rusia mengirimkan permintaan bantuan hukum baru ke Jerman terkait insiden yang melibatkan Navalny.

Kemudian, pada 18 September, Kantor Kejaksaan Agung juga mengirimkan permintaan baru untuk bantuan hukum ke Prancis dan Swedia, meminta mereka untuk membagikan temuan analisis toksikologis mereka terhadap sampel biologis Navalny.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02