Usai Dilanda Protes Akhir Pekan, Mesir Kembali Normal

Aksi protes di Mesir/Net

Mesir dilanda protes pada akhir pekan lalu, Minggu (20/9). Puluhan warga di sejumlah daerah menuntut pengunduran diri Presiden Abdel Fattah el-Sisi.

Aksi digelar untuk memperingati protes besar-besaran yang dilakukan pada 20 September 2019 sebagai penolakan atas korupsi yang diakukan pejabat.

Dimuat Middle East Eyes, dari video yang tersebar di media sosial, terlihat bentrokan antara pengunjuk rasa dan petugas keamanan di Provinsi Giza.

Di Suez, Kafr El Dawwar, sebuah kota di Delta Nil, Kairo, Alexandria, dan Aswan, para demonstran menuntut el-Sisi mundur.

Satu video lain menunjukkan sebuah mobil polisi mundur setelah pengunjuk rasa anti-Sisi melemparkan batu ke arahnya.

Di Al-Qanater, Provinsi Qalyubia, pengunjuk rasa berbaris melalui jalan-jalan sempit untuk menghentikan mereka diserang oleh pasukan keamanan.

Di desa Kadiya, Provinsi Giza, pengunjuk rasa membalikkan sebuah truk polisi, marah atas pembongkaran gedung oleh pemerintah di sana.

Pasukan keamanan Mesir pun dikerahkan di beberapa daerah di kota-kota seluruh negeri, termasuk Tahrir Square dan Suez, dengan pos pemeriksaan militer didirikan di persimpangan dan jalan raya.

Protes dilakukan setelah Mohamed Ali yang merupakan seorang kontraktor sekaligus aktor meminta warga Mesir untuk turun ke jalan pada akhir pekan menentang kenaikan harga komoditas dan pembongkaran rumah tanpa izin.

Menjelang protes, Ali muncul di beberapa saluran televisi, meminta warga Mesir mendobrak penghalang keheningan dan ketakutan.

"Orabg Mesir akan berada di hari-hari yang sangat berat jika mereka tidak bergabung dalam protes," ujar Ali.

Tahun lalu, Ali merilis serangkaian video yang menuduh rezim yang berkuasa dan keluarganya melakukan korupsi dan menghambur-hamburkan dana publik sementara rakyat Mesir semakin miskin.

Sementara itu, seorang diplomat Indonesia yang bekerja di Kedutaan Besar RI di Kairo mengungkap, situasi Mesir saat ini dalam kondisi yang kondusif setelah aksi protes berlangsung.

"Tanggal 20 memang ada yang menggerakkan tapi berdasarkan pengamatan saya hasilnya minim sekali," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL pada Selasa (22/9).

"Suasana tetap kondusif. Jantung kota Kairo aman dan tampaknya memang semua normal-normal saja," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Apa Kabar Vaksin Nusantara?

Kamis, 15 April 2021

Artikel Lainnya

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing-wen Beberkan Komitmen Taiwan Jaga Perdamaian Indo-Pasifik
Dunia

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing..

15 April 2021 12:12
Komentar Pedas Erdogan Untuk PM Italia Yang Menyebutnya Diktator
Dunia

Komentar Pedas Erdogan Untuk..

15 April 2021 11:52
Perseteruan Rusia-Ukraina: Kapal Perang AS Mundur Dari Laut Hitam
Dunia

Perseteruan Rusia-Ukraina: K..

15 April 2021 11:20
Peringatan China Untuk Barat: Jangan Jadikan Hong Kong Sebagai Pion
Dunia

Peringatan China Untuk Barat..

15 April 2021 11:16
Kontroversi Penyebab Kematian George Floyd, Kehabisan Oksigen Hingga Penyakit  Jantung
Dunia

Kontroversi Penyebab Kematia..

15 April 2021 10:49
Perkuat Sistem Pertahanan Udara, Turki Punya Teknologi Rudal Udara-Ke-Udara Bozdogan
Dunia

Perkuat Sistem Pertahanan Ud..

15 April 2021 10:48
Pasang Badan, AS Akan Bantu Pertahanan Ukraina Lawan Rusia
Dunia

Pasang Badan, AS Akan Bantu ..

15 April 2021 10:23
Dukung Kompetisi Sepak Bola Copa America 2021, Sinovac Sepakat Kirim 50.000 Dosis Vaksin Covid-19
Dunia

Dukung Kompetisi Sepak Bola ..

15 April 2021 10:21