Empat Negara Besar Jadi Ancaman Utama Dalam Perang Siber

Ilustrasi/Net

Australia mengungkap sebuah fakta bahwa sebagai bagian dari aliansi Five Eyes mereka telah menjadi target utama perang dunia maya, dengan menyebut Rusia, China, Iran, dan Korea Utara, sebagai ancaman terbesar mereka.

Seorang ahli perang dunia maya mengatakan kepada 9News bahwa para aktor yang berbasis di negara-negara tersebut saat ini telah secara nyata menyebarkan malware backdoor pada sistem pemerintah dan perusahaan utama yang dapat diaktifkan kapan saja.

Serangan semacam itu dapat mematikan jaringan listrik kota, mendatangkan malapetaka dengan mematikan infrastruktur logistik utama atau membongkar rahasia politik dan perusahaan.

Fergus Hanson, Direktur Pusat Kebijakan Siber Internasional di Institut Kebijakan Strategi Australia, menggambarkan Rusia, China, Iran, dan Korea Utara sebagai aktor yang sangat ‘canggih’.

“Jika mereka ingin masuk ke sistem apa pun, mereka pasti bisa,” katanya, seperti dikutip dari 9News, Selasa (22/9).

“Sudah ada negara yang telah menerapkan sebelumnya di seluruh jaringan kami,” lanjutnya.

Dia khawatir pemerintah, bisnis sektor publik dan swasta di seluruh Australia tidak mempunyai kemampuan untuk mendeteksi serangan dunia maya yang diluncurkan oleh aktor paling maju.

“Pada dasarnya setiap bagian dari setiap perangkat lunak itu rentan, tidak ada perangkat lunak yang tidak dapat dipecahkan,” kata Hanson.

“Ada pintu belakang (backdoor) untuk semuanya. Ini benar-benar hanya masalah sumber daya dan waktu untuk masuk,” ungkapnya lagi.

Hanson menjelaskan mengapa negara dan bangsa dengan kemampuan yang maju dan menakutkan harus terus-menerus menyerang sistem dan jaringan di negara lain. Alasannya, karena penyerang dunia maya harus melindungi kerentanan yang telah berhasil mereka eksploitasi, untuk memastikannya tetap tidak terdeteksi dan layak.

Pada bulan Juni, Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan lembaga-lembaga Australia, termasuk rumah sakit dan utilitas milik negara, mengalami serangan siber yang intensif.

Morrison memang tidak menyebut nama China secara terang-terangan untuk menyalahkan ‘aktor siber canggih berbasis negara’. Namun, Beijing secara pribadi diyakini berada di balik serangan itu.

Pada 2015, peretas Rusia berhasil melumpuhkan jaringan listrik di Ukraina. Dan pada 2010, AS menyabotase fasilitas pengayaan nuklir Iran. Tetapi sebagian besar serangan tidak pernah terlihat, oleh karenanya sangat sulit untuk menyalahkan satu pihak secara meyakinkan.

Israel dan Inggris Raya, bersama dengan AS, Rusia, China, Iran, dan Korea Utara, memiliki kemampuan dunia maya paling berkembang di dunia.

Soal anggran, PM Morrison pernah menyatakan pada Juni lalu, bahwa pemerintahannya akan menginvestasikan 1,35 miliar dolar AS dalam keamanan dunia maya selama dekade berikutnya.

“Kemampuan siber ofensif dan defensif Australia berada dalam ‘bentuk yang wajar’ mengingat ukuran ekonominya,” kata Hanson.

Dia mendesak pihak pemerintah untuk meningkatkan permainannya jika mereka benar-benar ingin program itu berhasil. Dia juga meminta departemen terkait  perlu berbuat lebih banyak untuk mulai mematuhi standar keamanan siber pemerintah.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02