Joe Biden: Virus Corona Terlalu Besar Bagi Trump, Orang Amerika Harus Bayar Harga Terburuk

Calon Presiden AS, Joe Biden/Net

Calon presiden dari partai Demokrat, Joe Biden, kembali mengeluarkan kritiknya terhadap Presiden AS Donald Trump terkait tanggapannya terhadap pandemik Covid-19.

Biden menyebut Trump mengalami kepanikan dalam menghadapi pandemik yang saat ini membuat Amerika menjadi pemimpin dalam hitungan global kasus Covid-19.

"Virus itu terlalu besar baginya," katanya, saat berkunjung ke negara bagian Wisconsin.

Mengenakan masker saat berbicara -tidak seperti Trump di Ohio- Biden merenungkan tonggak suram yang mendekati AS, yakni 200 ribu kematian akibat virus corona.

Sejauh ini AS adalah pemimpin dunia dalam jumlah kasus infeksi dan kematian yang dikonfirmasi.

Kematian rata-rata terjadi lebih dari 770 per hari, dan University of Washington memperkirakan jumlah keseluruhan akan berlipat ganda menjadi 400 ribu pada akhir tahun ketika sekolah dan perguruan tinggi dibuka kembali dan cuaca dingin mulai datang.

"Dia tidak sanggup melakukannya," kata Biden, seperti dikutip dari 9News, Selasa (22/9).

"Dia membeku. Dia gagal bertindak. Dia panik. Dan orang Amerika membayar harga terburuk dari negara mana pun di dunia," tambahnya.

Biden mengatakan bahwa semua orang dapat mencegah kematian karena Covid-19 hanya dengan langkah sederhana, yakni memakai masker. Namun alih-alih menyarankannya, Trump secara pribadi malah lebih sering mengabaikan hal itu.

"Kita diberi tahu bahwa kita dapat menyelamatkan nyawa hanya dengan mengambil langkah sederhana, memakai masker, dan tetap saja Presiden menolak," ungkap Biden.

Ia menyinggung beberapa penampilan Trump yang seringkali tak memakai masker saat melakukan pertemuan dengan banyak orang, bahkan yang terjadi di dalam ruangan.

"Faktanya, kita melihatnya mengadakan rapat umum di dalam ruangan dengan ribuan orang, banyak dari mereka tidak memakai topeng, meskipun ada bukti yang jelas bahwa mereka membahayakan nyawa setiap orang."

Di seluruh dunia, virus ini telah menginfeksi lebih dari 31 juta orang dan membunuh lebih dari 960 ribu orang.

AS memiliki kurang dari 5 persen populasi dunia tetapi lebih dari 20 persen kematian yang telah dilaporkan di negara adidaya itu.

Sementara itu, Trump, ketika ditanyai tentang penanganannya terhadap pandemik oleh seorang reporter, memberi dirinya nilai A-plus dan mengatakan bahwa pemerintahannya telah melakukan 'pekerjaan yang fenomenal'.

"Rencana saya akan membasmi virus," kata Trump seraya menyerang balik lawannya yang dianggapnya tidak memiliki kemampuan.

"Biden juga memiliki rencana itu, dan dia akan menyerah pada virus seperti dia menyerah ke China," lanjut Trump.

Trump mengatakan Biden akan menyerah pada China seperti dia menyerah pada Kamala Haris, yang dianggapnya berasal dari kaum radikal kiri.

Terakhir kali Trump mengejek peluang Biden untuk menang, dengan mengatakan: "Kami tidak akan pernah melihatnya lagi jika dia kalah."

Pernyataan itu bahkan telah dibuat meme oleh Partai Demokrat dan telah dilihat sebanyak 16 juta kali di Twitter.

Biden, dengan pundi-pundi kampanyenya yang lebih besar daripada Trump, sedang merencanakan serangkaian iklan TV.

Dia baru saja merilis dua iklan baru yang ditujukan untuk komunitas Afrika-Amerika, khususnya di Georgia, salah satunya menampilkan pria kulit hitam di tempat pangkas rambut yang berbicara tentang pemilihan bersejarah Harris sebagai calon wakil presiden.

Iklan itu menampilkan slogan 'Ya, dia bisa' -referensi yang dibuat untuk kampanye sukses Presiden Barack Obama: 'Ya, kami bisa'.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02