Polisi China Investigasi Kasus Pria Pemburu Gadis Di Bawah Umur

Ilustrasi/Net

Netizen China tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan aksi kekerasan seksual terhadap seorang gadis di bawah umur.

Pihak kepolisian China tengah melakukan investigasi lebih lanjut setelah beberapa departemen pemerintah ikut menanggapi klaim dugaan siaran langsung aksi kekerasan dan pornografi yang ditampilkan di platform live streaming medsos.

Bermula dari laporan seorang netizen pada Senin (21/9) di platform mikroblog terbesar China, Sina Weibo, tentang siaran langsung berdurasi 31 menit yang menunjukkan kekejaman seorang pria terhadap gadis di bawah umur yang diperkirakan terjadi pada bulan Mei.

Dalam video tersebut, pria itu mengaku berada di Wenshan, Provinsi Yunnan, China Barat Daya, dan mengatakan bahwa dirinya telah membayar 9.000 yuan atau setara dengan 1.326 dolar AS untuk menemukan seorang gadis di sekolah menengah pertama untuk menguji apakah dia masih perawan atau tidak.

Gadis dalam video itu nampak berjuang dan berteriak selama penyerangan, sementara dua gadis lainnya, yang juga tampak di bawah umur, ditampilkan diancam oleh pria tersebut dan diperintahkan untuk membantu menahan korban. Pria itu juga mengklaim dalam video bahwa dia telah melakukan 'pertunjukan memeriksa perawan' berkali-kali.

Laporan itu dengan cepat menarik kemarahan netizen, yang menyerukan penyelidikan menyeluruh atas kasus tersebut.

Pada hari yang sama, kantor publikasi anti-pornografi dan anti-ilegal negara itu menanggapi kasus tersebut, dengan mengatakan bahwa kantor mereka telah bergabung dengan Biro Keamanan Umum Yunnan untuk melakukan penyelidikan.

"Setelah kegiatan kriminal dikonfirmasi, para penjahat akan dihukum berat," tulis kantor publikasi anti-pornografi dan anti-ilegal China dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, seperti dikutip dari GT, Selasa (22/9).

Pada hari Senin, Biro Keamanan Umum Wenshan merilis pengumuman yang menyatakan bahwa organisasi keamanan publik lokal sedang melakukan penyelidikan menyeluruh.

Seorang anggota staf di kantor Federasi Wanita Wenshan mengatakan Federasi telah bekerjasama dengan biro keamanan publik setempat untuk memeriksa setelah menerima pengaduan dari masyarakat mengenai insiden tersebut, dan menegaskan bahwa mereka sedang melakukan proses penyelidikan.

Anggota staf juga mengatakan bahwa federasi perempuan akan memberikan bantuan, termasuk bantuan psikologis, kepada setiap perempuan yang diserang dan terluka dalam insiden tersebut.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02