Akrabnya Netanyahu Dengan Putra Mahkota Bahrain Pada Panggilan Telepon Pertama Mereka

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu /Net

Hubungan Bahrain dengan Israel menunjukkan tanda-tanda kemesraan. Pada Selasa (22/9), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan panggilan telepon dengan putra mahkota Bahrain, Salman bin Hamad Al Khalifa. Itu adalah panggilan pertama sejak kesepakatan normalisasi, di mana Yerusalem dan Manama menandatangani 'Deklarasi Perdamaian' bersejarah di Washington pekan lalu.

Selama percakapan itu, putra mahkota menggarisbawahi pentingnya mengamankan stabilitas regional dan internasional dan meningkatkan upaya untuk mendukung perdamaian di kawasan itu, seperti dilaporkan Kantor Berita Pemerintah Bahrain, mengutip Time Of Israel, Rabu (23/9).

Salman mengharapkan perjanjian yang ditandatangani di Gedung Putih pada 15 September akan memperkuat keamanan, stabilitas, dan kemakmuran kawasan."

Netanyahu dan calon raja dari negara pulau kecil itu juga meninjau wilayah potensial untuk kerjasama bilateral dan perkembangan regional dan internasional.

Netanyahu kemudian merilis pernyataan yang mengatakan bahwa dia meninggalkan diskusi penting tentang perjuangan Israel melawan pandemi virus corona untuk menerima panggilan sang putra mahkota, yang dia sebut sebagai 'Kebutuhan nasional yang penting'.

"Kami melakukan percakapan luar biasa, sangat ramah," kata Netanyahu senang.

Kedua pemimpin menegaskan kembali isi dari apa yang disebut Abraham Accords yang ditandatangani kedua negara minggu lalu.

“Bagaimana kita dapat dengan cepat menambahkan konten pada perjanjian antara Bahrain dan Israel dan mengubah perdamaian ini menjadi perdamaian ekonomi, perdamaian teknologi, perdamaian turis, perdamaian di semua bidang ini,” terang Netanyahu. “Anda akan segera mendengar tentang langkah-langkah praktis.”

Salman, 50 tahun, telah menjadi putra mahkota Bahrain sejak 1999. Ia juga memegang posisi wakil komandan tertinggi, wakil perdana menteri pertama dan ketua Dewan Pengembangan Ekonomi Bahrain.

Pada 11 September, Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan bahwa Bahrain mengikuti jejak Uni Emirat Arab untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

Empat hari kemudian, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al-Zayani dan Netanyahu menandatangani 'Deklarasi Damai' di mana kedua negara berkomitmen untuk membuka era persahabatan dan kerja sama dalam mengejar kawasan Timur Tengah yang stabil, aman, dan sejahtera.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi Salah Satu Negara Prioritas China Untuk Pengiriman Vaksin Covid-19
Dunia

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi ..

26 November 2020 17:44
Keluarga Kerajaan Swedia Diserang Virus Corona, Pangeran Carl Philip dan Istri Positif Covid-19
Dunia

Keluarga Kerajaan Swedia Dis..

26 November 2020 17:25
Konflik Tigray, PM Abiy Ahmed: Gerbang Perdamaian Untuk TPLF Telah Ditutup Rapat
Dunia

Konflik Tigray, PM Abiy Ahme..

26 November 2020 17:06
Australia Pecat 10 Tentara Atas Laporan Pembunuhan Ilegal Di Afganistan
Dunia

Australia Pecat 10 Tentara A..

26 November 2020 16:42
Tiba Di Korsel, Menlu China Bahas Hubungan Kedua Negara Hingga Nuklir
Dunia

Tiba Di Korsel, Menlu China ..

26 November 2020 15:50
Pandemi Belum Reda, Jerman Perpanjang Pembatasan Covid-19 Hingga Awal Januari 2021
Dunia

Pandemi Belum Reda, Jerman P..

26 November 2020 15:36
WHO Peringatkan Bahaya 'Infodemik' Yang Disebar Ahli Teori Konspirasi
Dunia

WHO Peringatkan Bahaya 'Info..

26 November 2020 15:25
Siap Masuk Brasil, Perusahaan Vaksin Pfizer Sudah Kirim Hasil Tes
Dunia

Siap Masuk Brasil, Perusahaa..

26 November 2020 14:41