Gelar Upacara Rahasia, Alexander Lukashenko Dilantik Jadi Presiden Belarusia

Pelantikan Alexander Lukashenko sebagai Presiden Belarusia/Reuters

Alexander Lukashenko telah dilantik dan mengucapkan sumpah menjadi Presiden Belarusia untuk masa jabatannya yang keenam.

Mengutip kantor berita resmi Belta pada Rabu (23/9), Deutsche Welle melaporkan, pelantikan berlangsung secara rahasia tanpa pengumuman.

Ratusan pejabat tinggi pemerintahan dilaporkan hadir dalam upacara yang digelar di ibukota Minsk itu.

Selama upacara, media pemerintah melaporkan bahwa Lukashenko meletakkan tangan kanannya di atas konstitusi dan bersumpah untuk melayani rakyat Republik Belarus, menghormati dan melindungi hak dan kebebasan orang dan warga negara.

Pada umumnya, upacara dipublikasikan sebagai acara kenegaraan besar. Kemenangan Lukashenko dalam pemilu pada 9 Agustus sendiri telah memicu protes selama berpekan-pekan.

"Ini bukan tindakan seseorang yang yakin akan dukungannya sendiri. Kami mengira itu adalah gladi bersih," kata koresponden DW, Nick Conolly di Minsk.

"Ada tentara di sekitar dan jalan-jalan ditutup tapi itu mengejutkan semua orang. Itu urusan sederhana, tidak seperti tontonan besar biasanya. Itu pertanda presiden merasakan tekanan," tambahnya.

"Itu pertanda kelemahan dari pemerintah yang akan memotivasi para pengunjuk rasa," imbuhnya.

Setelah upacara pelantikan yang rahasia tersebut, oposisi Belarusia menyerukan digelarnya unjuk rasa. Politisi oposisi, Pavel Latushko mengatakan, upacara tersebut seperti pertemuan rahasia "pencuri".

"Di mana warga yang gembira itu? Di mana korps diplomatik?" ujarnya dalam media sosial.

Lukashenko sendiri telah berkuasa di Belarusia selama 26 tahun. Pihak oposisi mengatakan pemilihan baru-baru ini dicurangi. Banyak komunitas internasional juga menolak klaim Lukashenko bahwa ia memenangkan pemilihan dengan 80 persen suara.

Pemimpin oposisi Belarusia, dan lawan dari pemilihan Lukashenko, Sviatlana Tsikhanouskaya, melakukan perjalanan ke Brussel pada Senin (21/9) dalam upaya untuk meyakinkan Uni Eropa agar menindaklanjuti sanksi kepada Lukashenko.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02