Waspada Stasiun Luar Angkasa China, NASA: AS Harus Pertahankan Kehadiran Di Orbit Bumi

Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)/Net

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) meminta pemerintah untuk menyoroti perkembangan kehadiran China di luar angkasa.

Berbicara di hadapan anggota parlemen pada Rabu (23/9), Kepala NASA Jim Bridenstine mengingatkan, AS harus memiliki strategi untuk mempertahankan eksistensi di luar angkasa jika Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) telah berhenti beroperasi.

Pasalnya, stasiun yang diluncurkan sejak 1998 itu diperkirakan akan beroperasi hingga 2030 sebagai laboratorium sains antariksa antara AS, Rusia, Jepang, Eropa, dan Kanada.

"Saya akan memberi tahu Anda satu hal yang membuat saya sangat prihatin, dan itu adalah suatu hari yang akan datang ketika Stasiun Luar Angkasa Internasional berakhir masa manfaatnya," kata Bridenstine, seperti dikutip AFP.

"Agar Amerika Serikat dapat hadir di orbit Bumi yang rendah, kita harus bersiap untuk apa yang akan terjadi selanjutnya," tambahnya.

Langkah tersebut sangat penting, lantaran menurut Bridenstine, saat ini China tengah mengembangkan stasiun luar angkasanya sendiri yang bernama Tiangong atau Istana Surgawi.

Media pemerintah China, Xinhua pada Juni mengungkap, stasiun yang akan beroperasi pada 2022 itu bermitra dengan 23 entitas dari 17 negara untuk melakukan eksperimen ilmiah.

Mereka di antaranya adalah Prancis, Jerman, Jepang, Kenya, hingga Peru.

"China dengan cepat membangun apa yang mereka sebut 'Stasiun Luar Angkasa Internasional China', dan mereka dengan cepat memasarkan stasiun luar angkasa itu ke semua mitra internasional kita," kata Bridenstine.

"Akan menjadi tragedi, jika, setelah seluruh waktunya, dan semua upaya ini, kita meninggalkan orbit Bumi yang rendah dan menyerahkan wilayah itu," paparnya.

Ia mengurai, gravitasi mikro ISS berpotensi memajukan ilmua pengetahuan, mulai dari inovasi di bidang farmasi hingga pencetakan organ manusia 3D, seperti pembuatan retina buatan untuk mengobati orang dengan degenerasi makula.

Untuk itu, Bridenstine mengatakan, pemerintah harus memberikan "investasi" pada NASA untuk membayar perusahaan-perusahaan untuk mendirikan stasiun luar angkasa.

Diketahui, NASA sendiri telah meminta 150 juta dolar AS untuk tahun fiskal 2021 yang berguna untuk mengembangkan komersialisasi orbit rendah Bumi, yang didefinisikan sebagai 2.000 km atau kurang dari permukaan planet.

"Kami ingin melihat kemitraan publik-swasta di mana NASA dapat menangani penyedia stasiun luar angkasa komersial, sehingga kami dapat menjaga keberadaan manusia permanen tanpa gangguan di orbit rendah Bumi," kata Bridenstine.

"Saya tidak berpikir itu adalah kepentingan bangsa untuk membangun Stasiun Luar Angkasa Internasional, saya pikir itu adalah kepentingan bangsa untuk mendukung industri komersial, di mana NASA adalah pelanggannya," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02