Serang Balik Trump, Jubir Wang: Lupa Ya, Kalau Washington Penyebar Limbah Terbesar Dan Perusak Lingkungan?

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin/Net

Sejumlah diplomat China berang dengan apa yang disampaikan Presiden AS Donald Trump pada Sidang Umum PBB ke-75, Rabu (23/9). Trump terkesan berfokus menyerang dan menyalahkan China atas berbagai isu global yang terjadi saat ini.

Para diplomat itu dengan tegas menentang tuduhan Trump dan mendesak agar AS memenuhi tugasnya menyelamatkan nyawa daripada ribut menyebarkan virus politik serta mengalihkan kesalahan di acara multilateral tersebut.

Mereka mengecam Trump telah menggunakan podium PBB sebagai panggung untuk 'keuntungan politik pribadi'. Pidatonya begitu terfokus pada China, sehingga mengungkap tujuannya untuk membujuk pemilih domestik daripada menyerukan tindakan global yang berarti di tengah krisis.

"Kebohongan yang diulang ribuan kali tetaplah sebuah kebohongan. Kebisingan AS tidak sesuai dengan suasana Sidang Umum seperti ini. Ketika komunitas internasional berusaha keras untuk melawan Covid-19, AS malah menyebarkan virus politik," kata Zhang Jun, perwakilan tetap China untuk PBB, seperti dikutip dari GT, Rabu (23/9).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin juga menunjukkan bagaimana pemerintahan Trump menggunakan kebohongan untuk menuntut China dan menutupi kegagalannya sendiri dalam menangani pandemi.

Wang mengatakan sikap AS yang menyalahkan China atas pandemik itu adalah tipuannya untuk mencari kambing hitam.

"AS juga memegang rekor terkenal tentang lingkungan, termasuk sikapnya yang tidak layak dalam protokol global dan perjanjian pengurangan karbon, hambatan bagi tata kelola pada konsumsi plastik, dan peran pengekspor limbah padat terbesar di dunia," kata Wang.

Wang bertanya, "Bagaimana bisa AS memposisikan dirinya untuk menyalahkan China, ketika mereka mengirimkan sejumlah besar limbah ke negara-negara berkembang dan melakukan kerusakan besar pada lingkungan lokal dan global?"

Dalam pidatonya yang berdurasi tujuh menit pada hari Selasa (22/9), Trump menggunakan frase diskriminatif 'virus China' lagi sebagai salah satu dari 11 penyebutannya tentang China. Dia tidak menyebutkan bahwa 200.000 orang Amerika telah meninggal karena Covid-19, dia juga tidak berbicara tentang ketidakpuasan komunitas internasional dengan catatan lingkungan AS yang terkenal.

Para analis mengatakan pidato itu menunjukkan Trump sekarang putus asa di tengah wabah di luar kendali dan pemilihan umum. Tapi mengalihkan kesalahan tidak akan mengembalikan waktu yang hilang, atau menyelamatkan nyawa.

Lu Xiang, seorang peneliti studi AS di Akademi Ilmu Sosial China di Beijing, mengatakan bahwa menggunakan PBB untuk keuntungan politik pribadi sebagai tindakan yang kurang sopan, dan tidak ada rasa malu untuk menyalahkan orang lain setelah mengacaukan sebuah negara, membuat jutaan orang Amerika menderita.

"Negara-negara besar harus bertindak seperti negara-negara besar," kata Lu, mengutip kalimat dari pidato pemimpin tertinggi China pada debat umum.

"China memiliki ketenangan strategis dan akan memikul tanggung jawab, menghormati janji kepada dunia dan bekerja sama dengan negara lain untuk menangani tugas yang paling mendesak - memulai kembali ekonomi yang dihantui pandemik," kata Lu.

Sementara itu juru bicara Kementerian Luar Negeri Hua Chunying mengatakan di akun Twitter pribadinya: "Di podium PBB, AS membidik China sementara China memandang dunia."
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02