Penindasan Di Meksiko Terulang, Bertahun-tahun Dibully Guru Dan Temannya Remaja Ini Alami Lumpuh

Ilustrasi/Net

Seorang guru sekolah menengah dinyatakan bersalah karena telah melakukan diskriminasi terhadap seorang siswa di Cuautla, Morelos, pada Agustus 2017 dan telah dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena menimbulkan kerusakan moral dan psikologis pada anak tersebut.

Kantor Kejaksaan Agung negara bagian mengatakan bahwa sejak hari pertama kelas dimulai di sekolah menengah yang berlokasi di lingkungan Otilio Montano, guru yang diidentifikasi bernama Harlem, meneriaki salah satu murid perempuannya yang berusia 14 tahun di depan teman sekelas dan berulang kali mempermalukannya, mengakibatkan ia dijauhi oleh teman-temannya. Penindasan itu terus berlanjut sepanjang tahun ajaran.

"Stres karena dikucilkan oleh teman-temannya dan terus-menerus dimarahi gurunya menyebabkan gadis itu menderita kelumpuhan wajah," kata jaksa penuntut.

Siswa tersebut bahkan harus diterapi untuk memulihkannya dari kerusakan emosional dan fisik yang disebabkan oleh tindakan guru tersebut.

Dalam prosesnya, keluarga siswa tersebut telah menghabiskan lebih dari 30.000 peso atau setara dengan 1.363 dolar AS untuk biaya medis demi membantu gadis tersebut sembuh dari trauma pelecehan.

Kejadian tersebut baru diketahui pada minggu lalu. Sebagai ganjaran akhirnya guru tersebut dijatuhi hukuman pada hari Senin (21/9) waktu setempat. Selain hukuman tiga tahun penjara, dia juga diperintahkan untuk membayar denda kepada keluarga anak sebesar 60 ribu peso atau setara dengan 2.727 dolar AS dengan rincian 30.000 peso untuk kerusakan psikologis dan 30.000 peso untuk kerusakan moral, seperti dikutip dari Mexico News Daily, Rabu (23/9). 

Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) melaporkan bahwa Meksiko menempati urutan pertama secara internasional dalam kasus penindasan, yang mempengaruhi lebih dari 18 juta anak di sekolah swasta dan umum.

Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) telah mengungkapkan bahwa 92 persen anak-anak yang disurvei di Meksiko pada tahun 2009 melaporkan telah mengalami beberapa jenis kekerasan di sekolah oleh salah satu teman sekelas mereka.

Dalam forum bertajuk Kesehatan Mental: Pencegahan Bunuh Diri pada Perempuan, Laki-Laki dan Remaja yang berlangsung pada Maret 2020, Asosiasi Psikiatri Meksiko mencatat bahwa anak-anak berusia antara 12 dan 17 tahun mengalami lebih banyak masalah kesehatan mental.

Tak kalah mengerikan, badan statistik mengungkap bahwa lebih dari 50 anak di bawah usia 18 tahun melakukan bunuh diri setiap bulan di Meksiko.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36
Israel Kirim Surat Ke Bahrain, Ingin Buka Kedutaan Besar Di Manama
Dunia

Israel Kirim Surat Ke Bahrai..

19 Oktober 2020 16:06
Perdamaian Di Afghanistan, Kesempatan Emas Indonesia Lawan Terorisme Di Dalam Negeri
Dunia

Perdamaian Di Afghanistan, K..

19 Oktober 2020 15:53
Menteri Pendidikan Meisch: Angka Kasus Meningkat, Itu Karena Banyak Yang Tidak Menghormati Peraturan
Dunia

Menteri Pendidikan Meisch: A..

19 Oktober 2020 15:48
Indonesia Punya Kapasitas Untuk Bantu Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Indonesia Punya Kapasitas Un..

19 Oktober 2020 15:26
Seberapa Besar Pengaruh Suara Venezuela Pada Pemilihan Presiden AS 2020?
Dunia

Seberapa Besar Pengaruh Suar..

19 Oktober 2020 15:20