Kapal Rusia Masuk Perairan Teritorialnya, Swedia Marah: Itu Kejahatan!

Kapal militer milik Rusia/Net

Ketenangan perairan Swedia terganggu. Kementerian Pertahanan Swedia menuding Rusia telah melanggar perairan teritorialnya pada 14 September.

Kementerian Pertahanan mengungkap, dua kapal Rusia secara ilegal berada di perairan teritorial Swedia di barat daya Gothenburg selama 11 menit.

Mengutip Gazeta.ru, Bulgarian Military melaporkan, itu bukan kali pertama Stockholm menuding Moskow melanggar perairannya.

"Karena kapal-kapal tersebut tidak memiliki izin, Kementerian Pertahanan menganggap ini sebagai pelanggaran terhadap akses ke perairan teritorial," ujar kementerian.

Menteri Pertahanan Swedia, Peter Hultkvist mengurai, kapal Rusia tersebut telah dihubungi melalui radio sebelum meninggalkan perairan teritorialnya.

"Ini, tentu saja, adalah kejahatan, dan ini adalah pelanggaran wilayah Swedia," ujar Hultkvist.

"Ini adalah pelanggaran. Ini tidak dapat diterima berdasarkan aturan yang ada dan oleh karena itu kami harus menanggapinya. Karena itu, perwakilan kedutaan Rusia juga dipanggil," sambungnya.

Setahun yang lalu, media lokal melaporkan, angkatan bersenjata Swedia pada 17 November mengatakan sebuah kapal Rusia memasuki wilayah Swedia di barat kota Gothenburg tanpa izin dari otoritas negara.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Swedia, Philip Simon, menolak menjawab pertanyaan klarifikasi dari publikasi tersebut,

"Kami sudah memasukkan semua informasi yang ada dalam laporan itu, yang kami serahkan ke pemerintah Swedia," ujarnya.

Banyaknya pelanggaran dari Rusia dihubungkan dengan pemindahan markas besar Angkatan Laut Swedia ke pangkalan bawah tanah di Pulau Muske, 40 km dari Stockholm.

"Pangkalan Muske unik dalam hal benteng, ini adalah area bawah tanah, sebesar kota tua di Stockholm," kata kepala departemen komunikasi Angkatan Laut, Rebecca Landberg.

Analis senior dari Swedish Institute for Defense Research, Niklas Grandzolm mengatakan keputusan untuk memindahkan markas itu mungkin karena fakta bahwa hanya Muske, menurut perhitungan, yang cukup terlindungi jika Rusia menggunakan senjata ampuh.

Pangkalan angkatan laut bawah tanah di Pulau Muske dibangun untuk Angkatan Laut Swedia pada 1950-an dan 1960-an. Itu dimaksudkan untuk pangkalan yang aman bagi kapal selam dan kapal permukaan kecil dalam perang dengan penggunaan senjata nuklir.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02