Senator Schumer: Ancaman Terbesar Bagi Demokrasi AS Tidak Datang Dari Modal Asing, Tapi Dari Presiden Donald Trump

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer/Net

Kepala staf Gedung Putih Mark Meadows berharap akan berlangsung transisi kekuasaan yang damai setelah hasil pemilihan, meskipun Presiden Trump kembali menolak untuk berkomitmen melepaskan kursi kepresidenan jika dia dikalahkan pada November. 

"Jika bebas dan adil, kami akan menerima keinginan rakyat Amerika," kata Meadows, berbicara kepada CNN, Kamis (24/9). "Kami yakin itu akan menjadi pemilihan kembali bagi Donald Trump."

Meadows meyakini Trump akan mendukung pengalihan kekuasaan secara damai selama konstitusi ditegakkan dalam prosesnya.

"Selama kita menegakkan konstitusi, saya sepenuhnya berharap bahwa kita akan memiliki transisi kekuasaan yang damai yang tidak hanya akan didukung oleh Presiden tetapi oleh seluruh orang Amerika," katanya.

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer bereaksi atas pernyataan Trump. Ia mencerca di ruang senat tentang penolakan Presiden Trump untuk berkomitmen pada transfer kekuasaan secara damai jika dia kalah dalam pemilihan.

“Ancaman terbesar bagi demokrasi kita saat ini, tidak datang dari modal asing. Itu berasal dari kita sendiri. Ancaman terbesar bagi demokrasi di Amerika adalah Presiden Donald Trump," ujar Schumer, mengutip CNN.

“Presiden mengeluarkan ancaman serupa menjelang pemilu 2016, dan dia melakukannya lagi,” kata Schumer.

Schumer pun memaki. “Nah, kalau saya menang, katanya elektoral kalau saya menang. Dia usulkan pilkada sah menurut presiden, tapi kalau saya kalah itu dicurangi. Yah..., itulah yang dia katakan sekarang. Sekali lagi, sah-sah saja jika memenangkan pemilu. Tetapi jika saya kalah, itu dicurangi. Oh, dan omong-omong, saya mungkin akan tetap di kantor, dan tidak menghitung surat suara."

Sebelumnya, pada konferensi pers hari Rabu, Trump kembali menolak untuk berkomitmen pada transisi kekuasaan secara damai jika dia kalah dari Joe Biden.

"Yah, kita harus melihat apa yang terjadi," kata Trump ketika ditanya apakah dia akan berkomitmen untuk pengalihan kekuasaan damai, 'Peaceful Transition', salah satu pilar demokrasi Amerika.

"Anda tahu bahwa saya telah mengeluh sangat keras tentang surat suara, dan surat suara itu adalah bencana," kata Trump.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02