Kim Jong Un Sampaikan Permintaan Maaf Dan Penyesalan Atas Tewasnya Pejabat Korsel Di Perbatasan

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un/Net

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un telah menyampaikan ucapan permintaan maaf kepada rakyat Korea Selatan atas pembunuhan seorang pejabatnya.

Direktur Keamanan Nasional di Cheong Wa Dae atau Gedung Biru, Suh Hoon pada Jumat (25/9) mengungkap, Kim telah menyampaikan pesan resmi kepada Presiden Moon Jae-in.

Pesan tersebut disampaikan melalui komunike yang dikirim Departemen Front Unifikasi Utara yang ditujukan ke kantor kepresidenan Seoul.

"Saya meminta maaf kepada Presiden Moon Jae-in dan rekan senegaranya di Selatan atas insiden malang yang terjadi di perairan kami," demikian pernyataan Kim yang dikutip dari Korea Herald.

Dalam komunike tersebut, Korea Utara mengonfirmasi laporan berita Korea Selatan mengenai adanya pegawai negeri yang dibunuh oleh tentara Korea Utara.

Selain itu, Suh juga mengatakan, Korea Utara memberi tahu Korea Selatan mengenai hasil penyelidikan terkait kronologi insiden tersebut.

Melalui pesannya, Kim menjelaskan, pasukannya yang beroperasi di dekat perbatasan laut antar-Korea melepaskan lebih dari 10 tembakan pada pejabat Korea Selatan yang masuk ke perairan utara sesuai dengan prosedur.

Kim memaparkan, pihaknya membakar barang mengambang yang membawa pria tersebut dan bukan tubuhnya.

Sehari sebelumnya, Kamis (24/9), Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengonfirmasi bahwa pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menghilang dari kapal inspeksi sejak Senin siang (21/9).

Menurut Kepala Staf Gabungan, Jenderal Ahn Young-ho, pejabat berusia 47 tahun tersebut diduga melompat ke laut pada Senin untuk membelot ke Korea Utara.

Pada Selasa (22/9) pukul 15.30, pejabat tersebut kemudian menemukan anggota kru kapal Korea Utara mengenakan masker gas dan menanyainya dari kejauhan di laut.

Setelah itu, insiden penembakan dan pembakaran terjadi. Hingga pada Selasa malam, perangkat pengawas Korea Selatan yang terpasang di pulau Yeonpyeong menangkap adanya api dan militer menemukan tubuh pria tersebut.

Pada Rabu (23/9), Korea Selatan telah mengirim pesan ke Korea Utara atas kasus tersebut melalui saluran komunikasi antara Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNC) yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pekan Industri Kreatif, Tempat Anak Muda Indonesia Dan Taiwan Berbagi Budaya Dan Kreativitas
Dunia

Pekan Industri Kreatif, Temp..

19 Oktober 2020 20:41
Partai Evo Morales Hampir Pasti Menang Pemilu, Nicolas Maduro: Kemenangan Besar Untuk Bolivia
Dunia

Partai Evo Morales Hampir Pa..

19 Oktober 2020 20:39
Militer India Tangkap Seorang Tentara Pembebasan Rakyat China Di Perbatasan Ladakh
Dunia

Militer India Tangkap Seoran..

19 Oktober 2020 19:43
Pengamat Internasional: NU Berperan Penting Untuk Perdamaian Afghanistan
Dunia

Pengamat Internasional: NU B..

19 Oktober 2020 19:11
Muncul Klaster Covid-19 Di Antara Para Lansia, Korea Selatan Buru-buru Tes Massal
Dunia

Muncul Klaster Covid-19 Di A..

19 Oktober 2020 19:08
Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36