PM Irak Mustafa Al-Kadhimi Siap Bangun Reaktor Nuklir Untuk Penelitian

Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi/Net

Otoritas Pengaturan Sumber Radioaktif Irak (IRSRA) mengatakan bahwa Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi pada Kamis (24/5) telah memerintahkan pembentukan komite yang ditugaskan untuk membangun reaktor nuklir untuk tujuan penelitian.

Berbicara kepada Kantor Berita Irak, kepala IRSRA Hussein Latif mengatakan bahwa Al-Kadhimi menyadari terhadap pentingnya isu energi atom, setelah diskusi yang diadakan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Rabu (23/9) lalu. Al-Kadhimi dijadwalkan mengunjungi Prancis bulan depan, sebagai bagian dari tur Eropa.

Latif menambahkan bahwa negaranya telah menunggu lama untuk memulihkan posisinya dalam ilmu nuklir.

"Irak menanti untuk memulihkan posisinya dalam ilmu nuklir, yang diduduki pada tahun 1970-an dan 1980-an", katanya, menyoroti resolusi baru-baru ini oleh Dewan Keamanan PBB untuk mendukung aspirasi damai Irak yang diperbarui di bidang nuklir, seperti yang dikutip dari Memo, Jumat (25/9).

"Reaktor tersebut nantinya dapat membantu produksi isotop medis dan farmasi, selain memiliki aplikasi pertanian dan industri seperti iradiasi benih, sterilisasi serangga nuklir untuk pengendalian hama, dan produksi isotop radioaktif dengan berbagai manfaat industri," jelas Latif.

Pembangkit nuklir, yang diperkirakan membutuhkan waktu lima tahun untuk dibangun, juga dapat membantu mengatasi kekurangan listrik Irak, yang dalam beberapa bulan terakhir telah menyebabkan protes massa.

Pembangkit nuklir terakhir di Irak juga dibangun dengan bantuan Prancis, namun pada tahun 1981 Israel secara kontroversial menyerang reaktor Osirak dan menuding bahwa Presiden Irak saat itu Saddam Hussein sedang berusaha untuk membuat senjata nuklir.

Serangan itu mendapat kecaman dengan suara bulat oleh Dewan Keamanan PBB dalam resolusi 487 yang mencatat bahwa situs tersebut telah disetujui oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Sementara itu Israel tetap tidak menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir dan menolak untuk mengkonfirmasi atau menyangkal keberadaan senjata nuklir di gudang senjatanya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pashinyan: Rusia Banyak Mengulurkan Tangan Untuk Armenia, Mulai Dari Perdamaian Hingga Pandemi
Dunia

Pashinyan: Rusia Banyak Meng..

07 Mei 2021 06:26
Blinken:  Kami Tidak Mengatakan Anda Harus Memilih China Atau AS, Tapi Barat Perlu Berhati-hati
Dunia

Blinken: Kami Tidak Mengata..

07 Mei 2021 06:02
'Tsunami' Covid-19 India Bikin Waswas, Negara Tetangga Kompak Tutup Perbatasan
Dunia

'Tsunami' Covid-19 India Bik..

06 Mei 2021 22:26
Geser Spanyol Dan AS, China Jadi Pasar Teratas Cerutu Legendaris Kuba
Dunia

Geser Spanyol Dan AS, China ..

06 Mei 2021 17:33
Trump Diusir Lagi, Twitter Tangguhkan Akun 'From the Desk of Donald J. Trump'
Dunia

Trump Diusir Lagi, Twitter T..

06 Mei 2021 17:31
Bolsonaro: Rusia Dan Putin Sangat Menarik Untuk Brasil
Dunia

Bolsonaro: Rusia Dan Putin S..

06 Mei 2021 15:37
Disuntik Vaksin Sinopharm Tanpa Izin, Duterte: Jangan Ikuti Saya, Berbahaya!
Dunia

Disuntik Vaksin Sinopharm Ta..

06 Mei 2021 15:29
Laju Pandemi Belum Terkendali, Gubernur Tokyo Pertimbangkan Opsi Perpanjangan Keadaan Darurat
Dunia

Laju Pandemi Belum Terkendal..

06 Mei 2021 15:08