Bantah Tuduhan Redaksi WSJ Soal Konflik Mediterania, Serdar Kilic: Turki Bukanlah Penyerang

ilustrasi/Net

Utusan Turki untuk AS Serdar Kilic membantah tuduhan dewan editorial Wall Street Journal yang mengatakan bahwa Turki dan Yunani dapat berperang karena perselisihan maritim.

Kilic mengatakan bahwa narasi artikel WSJ yang terbit pada 10 September lalu dengan judul 'Pertikaian di Mediterania', ditutupi dengan penyederhanaan yang menyiksa dan sebenarnya kenyataan di lapangan jauh lebih rumit.

"Turki bukanlah penyerang di sini, tetapi yang terus-menerus berjuang melawan mereka yang bertujuan untuk mengabaikan dan merusak hak-hak alaminya," tulis kilic dalam artikel opini di surat kabar, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu (26/9).

Dia menuduh Yunani dan Siprus Yunani telah mendeklarasikan zona ekonomi eksklusif, mengeluarkan izin pengeboran, berusaha merebut pendapatan atau membentuk inisiatif multilateral dengan mengabaikan Turki dan hak-hak warga Siprus Turki, dan hal itu telah menyebabkan ketegangan yang saat ini terjadi.

"Upaya untuk mengecualikan Turki, yang memiliki garis pantai terpanjang di kawasan itu, keliru dan tidak dapat diterima," kata Kilic dan dia berjanji Turki akan dengan tegas membela hak kedaulatannya yang sah di wilayah tersebut.

Dalam tulisannya, dewan redaksi WSJ mengatakan konfrontasi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dengan Yunani karena klaim maritim sesungguhnya dapat diselesaikan melalui diplomasi.

"Pertanyaannya adalah apakah Tuan Erdogan ingin bernegosiasi atau hanya menegaskan kekuasaan Turki," kata dewan tersebut.

"Konflik militer antara Yunani dan Turki tetap menjadi kemungkinan yang tidak mungkin tetapi nyata," lanjutnya.

Kilic mengatakan Turki tidak melanggar bagian orang lain dan tidak akan membiarkan siapa pun melanggar bagian wajarnya yang sah.

"Perdamaian dan stabilitas regional mengharuskan komunitas internasional (dan AS) untuk bertindak tidak memihak," katanya.

Yunani dengan didukung oleh Prancis telah mempermasalahkan eksplorasi energi Turki, mencoba mengurung wilayah maritim Turki berdasarkan pulau-pulau kecil di dekat pantai Turki.

Turki telah mengirim kapal bor dengan pengawalan militer untuk mengeksplorasi energi di landas kontinennya, dengan mengatakan bahwa Ankara dan Republik Turki Siprus Utara juga memiliki hak di wilayah tersebut.

Untuk mengurangi ketegangan, Turki telah menyerukan dialog untuk memastikan pembagian yang adil dari sumber daya kawasan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

RMOL WORLD VIEW • Palestina Tidak Pernah Sendiri

Rabu, 02 Juni 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Anggaran Alutsista Rp 1,7 Kuadriliun

Kamis, 03 Juni 2021
Video

Tak Berizin dan Undang Ratusan Orang, Hajatan Khitan di Semarang Dibubarkan

Senin, 07 Juni 2021

Artikel Lainnya

Jelang KTT NATO, Menhan Turki, Inggris Dan Italia Bertemu Di Kapal HMS Queen Elizabeth
Dunia

Jelang KTT NATO, Menhan Turk..

12 Juni 2021 18:57
Resmi: Haji Tahun Ini Hanya Untuk Umat Muslim Yang Berada Di Arab Saudi Dan Jumlahnya Tidak Lebih Dari 60.000 Jemaah
Dunia

Resmi: Haji Tahun Ini Hanya ..

12 Juni 2021 18:35
Presiden Tsai Ing-wen: Vaksinasi Covid-19 Untuk Masyarakat Umum Taiwan Dimulai Juli 2021
Dunia

Presiden Tsai Ing-wen: Vaksi..

12 Juni 2021 16:47
Tidak Masalah Disebut Pembunuh, Vladimir Putin: Joe Biden Lebih Mudah Diprediksi Dibanding Donald Trump Yang Penuh Warna
Dunia

Tidak Masalah Disebut Pembun..

12 Juni 2021 16:24
Wabah Baru Covid-19 Guangdong China Kebanyakan Menyerang Lansia Dan Anak, 80 Persen Alami Demam
Dunia

Wabah Baru Covid-19 Guangdon..

12 Juni 2021 15:36
Mali Umumkan Pemerintahan Baru, Peran Kunci Masih Dipegang Tokoh Militer
Dunia

Mali Umumkan Pemerintahan Ba..

12 Juni 2021 15:22
China Dan Langkahnya Yang Salah Di Eropa Tengah Dan Timur
Dunia

China Dan Langkahnya Yang Sa..

12 Juni 2021 15:09
Untuk Yang Ketiga Kali Keluarga Pilot Rusia Mengirimkan Surat Permohonan Ampunan Kepada Gedung Putih
Dunia

Untuk Yang Ketiga Kali Kelua..

12 Juni 2021 13:39