Mengenal Calon Hakim Agung Amy Barrett Dan Goyahnya Susunan Mahkamah Agung AS

Calon Hakim Agung AS, Amy Coney Barrett/Net

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump secara resmi telah menominasikan Amy Coney Barrett sebagai calon Hakim Agung untuk menggantikan mendiang Ruth Bader Ginsburg pada Sabtu (26/9).

Nominasi Barrett disambut baik oleh kaum konservatif dan ditentang keras oleh liberal.

Sebagai seorang Katolik Roma yang taat, Barrett menganut nilai-nilai konservatisme yang kuat.

Lahir di New Orleans, Louisiana pada 28 Januari 1972, Barrett saat ini berusia 48 tahun. Artinya, ia menjadi calon Hakim Agung AS termuda sejak Clarence Thomas yang konservatif berusia 43 tahun pada 1991.

Barrett ditunjuk oleh Trump ke Pengadilan Banding Sirkuit AS ke-7 yang berbasis di Chicago pada 2017 dan merupakan favorit dari kaum konservatif religius, blok pemilih utama Trump.

Selama tiga tahun di posisi tersebut, Barrett telah mempertaruhkan posisi hukumnya dengan memberikan suara mendukung salah satu kebijakan imigrasi garis keras Trump dan menunjukkan dukungan untuk hak kepemilikan senjata yang luas.

Dia juga membuat keputusan yang memudahkan mahasiswa yang dituduh melakukan pelecehan seksual di kampus untuk menuntut institusi mereka.

Nominasi Barrett sendiri ditolak keras oleh para pendukung hak aborsi. Pasalnya, ia dapat membatalkan keputusan Roe v Wade tahun 1973 yang melegalkan aborsi secara nasional.

Dimuat EuroNews, sebagai seorang Katolik yang kukuh, Barrett menggambarkan aborsi sebagai "selalu tidak bermoral".

Kelompok hak aborsi dan organisasi liberal mengumumkan rencana protes terhadap pencalonannya pada Minggu (27/9) di depan Mahkamah Agung.

Sementara itu, Jeanne Mancini, presiden March for Life yang, sebuah kelompok anti-aborsi, dalam sebuah pernyataan menyatakan keyakinannya bahwa Barrett akan secara adil menerapkan hukum dan Konstitusi seperti yang tertulis, termasuk melindungi yang paling rentan di negara, anak-anak yang belum lahir.

"Umat Katolik sangat senang dengan nominasi Hakim Amy Coney Barrett yang diharapkan dan percaya dia mewakili pilihan terbaik untuk melindungi supremasi hukum dan hak konstitusional kami," ujar Brian Burch, presiden CatholicVote, sebuah kelompok advokasi berbasis agama.

Dalam kehidupan pribadinya, Barrett memiliki seorang suami yang merupakan pengacara dan tujuh anak, dua di antaranya diadopsi di Haiti.

Berat Sebelah

Nominasi Barrett telah ditentang keras oleh Partai Demokrat yang menganggap keputusan besar tersebut tidak seharusnya dilakukan Trump menjelang pemilihan umum pada 3 November.

Pasalnya, jalan Barrett menuju kursi Hakim Agung sendiri tampaknya akan mulus mengingat Senat saat ini didominasi oleh Partai Republik, 53 berbanding 47.

Jika Barrett berhasil menduduki kursi tersebut, maka porsi Hakim Agung akan sangat berat sebelah, di mana Demokrat hanya akan memiliki tiga perwakilan dan Republik enam.

Sebelumnya, susunan pengadilan berubah ketika Clarence Thomas menggantikan Thurgood Marshall hampir tiga dekade lalu. Namun kehadiran Ginsburg membuatnya menjadi lebih seimbang dengan proporsi 5 berbanding 4.

Proporsional susunan Hakim Agung menjadi perkembangan serius bagi Kandidat Presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Bahkan jika Biden menang pemilu, UU yang diloloskan oleh Kongres dengan mayoritas Demokrat kemungkinan akan mudah diveto oleh Mahkamah Agung, khususnya untuk isu perubahan iklim dan perawatan kesehatan.

Meskipun pengadilan telah didominasi oleh Partai Republik oleh lima hingga empat orang sebelum Ginsburg meninggal, Ketua Mahkamah Agung John Roberts kadang-kadang berpihak pada Demokrat, yang memberi mereka suara pemenang.

Tetapi bahkan jika Ketua Mahkamah Agung John Roberts kadang-kadang masih mengungkapkan pandangan liberal, dia tidak akan lagi dapat mengubah suara jika Barrett menduduki kursi Ginsburg.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36
Israel Kirim Surat Ke Bahrain, Ingin Buka Kedutaan Besar Di Manama
Dunia

Israel Kirim Surat Ke Bahrai..

19 Oktober 2020 16:06
Perdamaian Di Afghanistan, Kesempatan Emas Indonesia Lawan Terorisme Di Dalam Negeri
Dunia

Perdamaian Di Afghanistan, K..

19 Oktober 2020 15:53
Menteri Pendidikan Meisch: Angka Kasus Meningkat, Itu Karena Banyak Yang Tidak Menghormati Peraturan
Dunia

Menteri Pendidikan Meisch: A..

19 Oktober 2020 15:48
Indonesia Punya Kapasitas Untuk Bantu Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Indonesia Punya Kapasitas Un..

19 Oktober 2020 15:26
Seberapa Besar Pengaruh Suara Venezuela Pada Pemilihan Presiden AS 2020?
Dunia

Seberapa Besar Pengaruh Suar..

19 Oktober 2020 15:20