Usia Kian Renta, Mahathir Mohamad Tak Akan Ikut Pemilu Lagi

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad/Net

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengungkapkan tidak akan ikut dalam pemilihan umum (pemilu) periode berikutnya, mengingat usianya yang sudah sangat tua.

Jika diadakan sesuai jadwal, maka pemilu Malaysia akan digelar pada 2023 dan usia Mahathir pada saat itu adalah 98 tahun.

Walaupun tidak ikut serta, Mahathir mengatakan, ia akan memberikan saran dan berbagai pengalaman pada anggota partai barunya, Pejuang.

Sebelumnya, Mahathir juga telah berambisi untuk memenangkan sekitar 30 kursi dalam pemilu ke-15 dan menjadi raja dalam pembentukan pemerintahan baru.

Meski begitu, muncul juga kemungkinan untuk mempercepat pemilu melihat kondisi politik yang tidak stabil.

Menanggapi wacana tersebut, Mahathir mengatakan ada risiko tinggi untuk menggelar pemilu saat ini karena pandemi Covid-19.

"Dalam keadaan normal bisa (diselenggarakan) karena pemilu memberikan kekuasaan kepada masyarakat untuk memutuskan siapa yang menjadi pemerintah," terangnya kepada wartawan di pusat layanan MP Langkawi pada Sabtu (26/9).

“Tapi saat ini negara sedang menghadapi masalah Covid-19, masalah ini menyebabkan harga menyelenggarakan pemilu menjadi tinggi dan juga membuat masyarakat terpapar pada penyebaran penyakit tersebut,” sambungnya, mengutip Bernama.

“Saya yakin jika pemilu diadakan, banyak orang yang akan terkena Covid-19, banyak yang meninggal. Pertanyaannya apakah kita mengutamakan politik atau kehidupan rakyat," imbuhnya.

Kisruh politik di Malaysia kembali terjadi ketika pemimpin oposisi, Anwar Ibrahim mengumumkan telah memiliki mayoritas anggota parlemen untuk membentuk pemerintahan baru.

Meski begitu, Perdana Menteri Muhyiddin Yassin meragukan klaim tersebut karena Anwar tidak membeberkan jumlah maupun daftar anggota parlemen yang berada di belakangnya.

Sebelum klaim Anwar, politik dalam negeri Malaysia sudah terguncang hebat ketika Mahathir mengundurkan diri pada 24 Februari.

Setelah mengundurkan diri, Mahathir disingkirkan dari partai yang didirikannya bersama Muhyiddin, Bersatu, karena menolak untuk membentuk koalisi dengan Perikatan Nasional (PN) bersama UMNO.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36
Israel Kirim Surat Ke Bahrain, Ingin Buka Kedutaan Besar Di Manama
Dunia

Israel Kirim Surat Ke Bahrai..

19 Oktober 2020 16:06
Perdamaian Di Afghanistan, Kesempatan Emas Indonesia Lawan Terorisme Di Dalam Negeri
Dunia

Perdamaian Di Afghanistan, K..

19 Oktober 2020 15:53
Menteri Pendidikan Meisch: Angka Kasus Meningkat, Itu Karena Banyak Yang Tidak Menghormati Peraturan
Dunia

Menteri Pendidikan Meisch: A..

19 Oktober 2020 15:48
Indonesia Punya Kapasitas Untuk Bantu Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Indonesia Punya Kapasitas Un..

19 Oktober 2020 15:26
Seberapa Besar Pengaruh Suara Venezuela Pada Pemilihan Presiden AS 2020?
Dunia

Seberapa Besar Pengaruh Suar..

19 Oktober 2020 15:20