Jawab Fitnah Vanuatu, Diplomat Silvany Pasaribu: Anda Bukan Representasi Orang Papua!

Diplomat Perwakilan Indonesia di PBB, Silvany Austin Pasaribu saat membantah tuduhan perwakilan Vanuatu/Repro

Indonesia menolak tegas tuduhan delegasi Vanuatu terkait tewasnya Pendeta Yeremia Zanambani serta situasi HAM di Papua.

Diplomat Perwakilan Indonesia di PBB, Silvany Austin Pasaribu menyampaikan sanggahan atas fitnah dan tuduhan tersebut dengan mengatakan semestinya Vanuatu tidak perlu mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Tak sungkan-sungkan, Silvany melontarkan bantahan keras dengan menyebut tindakan Vanuatu itu sangat memalukan.

"Saya angkat bicara untuk menggunakan hak jawab Indonesia atas pernyataan yang dibuat oleh Vanuatu. Sangat memalukan bahwa negara ini (Vanuatu) memiliki obsesi yang berlebihan dan tidak sehat tentang bagaimana seharusnya Indonesia menjalankan pemerintahan.

"Sejujurnya, saya bingung bagaimana sebuah negara mencoba untuk mengajarkan negara lain, tapi tidak mengindahkan dan memahami keseluruhan fundamental piagam PBB," ucap Silvany, dalam sesi hak jawab yang ditayangkan di akun Youtube PBB, Minggu (27/9).

"Izinkan saya memberitahu mereka hal berikut agar (mereka bisa) melakukan sesuatu yang benar," lanjut Silvany, melanjutkan dengan menekankan bahwa prinsip fundamental adalah tidak mengintervensi urusan domestik negara anggota lain dan menghormati kedaulatan serta intergritas wilayah negara lain.

"Jadi sampai Anda selesai (dengan urusan negara Anda sendiri) mohon simpan nasihat itu untuk diri Anda sendiri," kata Silvany.

Sekretaris Kedua Fungsi Ekonomi untuk Perutusan Tetap Republik Indonesia Untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, AS, itu juga menyinggung Vanuatu yang bicara tentang hak masyarakat pribumi tetapi tidak menandatangani konvensi internasional.

"Dan bagaimana seseorang bisa bicara tentang mempromosikan hak masyarakat adat, jika ia bahkan tidak menandatangani konvensi internasional tentang hak ekonomi sosial dan budaya sebagai instrumen hak asasi manusia? Hal ini sebenarnya menimbulkan pertanyaan, apakah mereka benar-benar peduli tentang masyarakat adat?"

Silvany mengungkapkan data yang lebih mencengangkan bahwa ternyata Vanuatu belum menandatangani dan meratifikasi konvensi melawan penyiksaan dan perlakuan kejam lainnya yang tidak manusiawi atau merendahkan martabat.

"Nyonya Presiden, izinkan saya memberitahu mereka (Vanuatu): Anda (Vanuatu) bukan representasi orang Papua. Dan berhentilah berkhayal mengenai hal itu!"

Jawaban Silvany tersebut menegaskan bahwa isu Papua selama ini banyak dibesarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Silvany mengungkapkan bahwa Indonesia sebagai negara yang memiliki berbagai budaya, ratusan kelompok etnis, suku, dan bahasa, berkomitmen pada isu HAM.

"Kami menghargai perbedaan, menghormati toleransi, dan setiap orang memiliki hak yang sama di negara demokrasi terbesar ketiga di dunia ini,” lanjut wanita yang sebelumnya menjabat sebagai Atase Kedutaan RI di Inggris.

"Orang Papua adalah orang Indonesia. Kita semua berperan penting dalam pembangunan Indonesia. Nyonya Presiden, Indonesia akan membela diri jika terus melanjutkan advokasi separatisme yang dikemukakan di bawah naungan kepedulian HAM.

"Provinsi Papua dan Papua Barat adalah bagian Indonesia yang tidak bisa ditarik kembali sejak tahun 1945. Dia telah secara resmi disahkan oleh PBB dan masyarakat internasional beberapa dekade yang lalu. Itu final, tidak dapat diubah dan permanen. Saya berterima kasih kepada Ibu Presiden," tutup Silvany.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Diduga Terkait Dengan Tentara Pembebasan Rakyat, Dua Perusahaan Raksasa China Masuk Daftar Hitam AS
Dunia

Diduga Terkait Dengan Tentar..

30 November 2020 13:00
Kembali Ke Pangkuan Azerbaijan, Butuh Milyaran Dolar Untuk Membangun Agdam 'Hiroshima di Kaukasus'
Dunia

Kembali Ke Pangkuan Azerbaij..

30 November 2020 12:54
China Akan Bangun Megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Sungai Yarlung Tsangpo Tibet
Dunia

China Akan Bangun Megaproyek..

30 November 2020 12:44
Kemenhan Rusia: Rumah Sakit Lapangan Telah Tersedia Di Nagorno-Karabakh
Dunia

Kemenhan Rusia: Rumah Sakit ..

30 November 2020 12:32
Dihantam Pajak Impor Baru Oleh China, Dunia Menanti Reaksi Australia
Dunia

Dihantam Pajak Impor Baru Ol..

30 November 2020 11:56
Presiden Brasil: Sumber Yang Saya Miliki Tunjukkan Adanya Banyak Kecurangan Dalam Pilpres AS
Dunia

Presiden Brasil: Sumber Yang..

30 November 2020 11:42
Kedapatan Langgar Embargo Senjata Libya, Turki Harus Hadapi Sanksi Baru Dari Uni Eropa
Dunia

Kedapatan Langgar Embargo Se..

30 November 2020 11:20
Kasus Masih Tinggi, New York Bersiap Buka Kembali Sekolah Tatap Muka Pekan Depan
Dunia

Kasus Masih Tinggi, New York..

30 November 2020 11:10