Dari Sanksi AS Jadi Mandiri, China Harus Merangkak Kembangkan Teknologi Chip

Ilustrasi/Net

China kembali menghadapi cobaan untuk sektor teknologinya. Amerika Serikat (AS) telah memberlakukan pembatasan ekspor untuk perusahaan semikonduktornya ke China.

Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) mengalami pembatasan ekspor setelah pemerintah menganggap perusahaan chip terbesar di AS tersebut memasok untuk militer China.

Dalam sebuah artikel opini yang dirilis oleh Global Times pada Minggu (27/9), disebutkan dominasi AS dalam rantai pasokan industri semikonduktor global adalah ancaman mendasar bagi China.

Terlihat dari pembatasan ekspor yang diberlakukan Washington yang mengancam sektor teknologi negeri Tirai Bambu itu.

Alhasil, China harus melakukan "long march", mengembangkan teknologi semikonduktor mandiri, alih-alih bergantung pada AS.

"Sekarang tampaknya China perlu mengontrol semua penelitian dan rantai produksi industri semikonduktor, dan melepaskan diri dari ketergantungan pada AS," tulis penulis artikel yang tidak disebutkan namanya, mengutip Reuters.

Sebelumnya pada Sabtu (26/9), pemerintah AS telah mengirim surat kepada SMIC terkait pembatasan ekspor, di mana perusahaan tersebut hanya dapat mengirim pasokan setelah mendapatkan izin.

Pasalnya, di dalam surat terebut disebutkan, SMIC dan anak perusahaannya telah menimbulkan risiko pengalihan yang tidak dapat diterima untuk penggunaan militer.

SMIC sendiri telah membantah hal tersebut dengan mengatakan tidak memiliki hubungan dengan militer China.

Sebelum itu, AS juga telah memberlakukan pembatasan ekspor SMIC untuk Huawei Technologies yang merupakan raksasa teknologi China.

Penulis opini di Global Times menggambarkan AS sedang memimpin pertempuran untuk menindas sektor teknologi China. Meningat selain Huawei, perusahaan China seperti Tencent Holdings dan Beijing ByteDance juga telah bergantung pada teknologi chip AS.

"Fondasi seluruh industri masih di tangan orang Amerika. Setidaknya untuk saat ini. China harus melompat dari nol ke satu untuk memberikan dukungan yang solid bagi persaingan negara dengan AS," tulis dia.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi Salah Satu Negara Prioritas China Untuk Pengiriman Vaksin Covid-19
Dunia

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi ..

26 November 2020 17:44
Keluarga Kerajaan Swedia Diserang Virus Corona, Pangeran Carl Philip dan Istri Positif Covid-19
Dunia

Keluarga Kerajaan Swedia Dis..

26 November 2020 17:25
Konflik Tigray, PM Abiy Ahmed: Gerbang Perdamaian Untuk TPLF Telah Ditutup Rapat
Dunia

Konflik Tigray, PM Abiy Ahme..

26 November 2020 17:06
Australia Pecat 10 Tentara Atas Laporan Pembunuhan Ilegal Di Afganistan
Dunia

Australia Pecat 10 Tentara A..

26 November 2020 16:42
Tiba Di Korsel, Menlu China Bahas Hubungan Kedua Negara Hingga Nuklir
Dunia

Tiba Di Korsel, Menlu China ..

26 November 2020 15:50
Pandemi Belum Reda, Jerman Perpanjang Pembatasan Covid-19 Hingga Awal Januari 2021
Dunia

Pandemi Belum Reda, Jerman P..

26 November 2020 15:36
WHO Peringatkan Bahaya 'Infodemik' Yang Disebar Ahli Teori Konspirasi
Dunia

WHO Peringatkan Bahaya 'Info..

26 November 2020 15:25
Siap Masuk Brasil, Perusahaan Vaksin Pfizer Sudah Kirim Hasil Tes
Dunia

Siap Masuk Brasil, Perusahaa..

26 November 2020 14:41