Kolombia Tangkap Mantan Pemimpin Paramiliter Paling Diburu Rodrigo Tovar

Rodrigo Tovar saat tiba di kantor imigrasi Bogota/Net

Pihak berwenang Kolombia akhirnya berhasil menangkap mantan pemimpin paramiliter sayap kanan Rodrigo Tovar setibanya di negara itu setelah dia dideportasi dari Amerika Serikat pada Senin (28/9) waktu setempat.

Tovar tiba di Bogota dalam penerbangan deportasi dari Amerika Serikat setelah menjalani hukuman penjara 12 tahun karena perdagangan narkoba.

Tovar adalah pemimpin salah satu kelompok paramiliter yang paling ditakuti di Kolombia, yang juga dikenal dengan julukan 'Jorge 40'. Ia telah melakukan perang berdarah melawan gerilyawan kiri negara itu pada 1990-an.

"Dia sudah berada di tangan otoritas imigrasi dan peradilan, dan harus bertanggung jawab atas keadilan dan para korbannya," kata Komisaris Tinggi Kolombia untuk Perdamaian, Miguel Ceballos di Twitter, seperti dikutip dari AFP, Selasa (29/9).

Tovar telah lama diburu oleh otoritas Kolombia atas dugaan keterlibatannya dalam kekejaman yang dilakukan oleh Pasukan Bela Diri Kolombia yang sekarang sudah tidak ada selama konflik multi-dekade negara itu.

Dia diekstradisi ke Amerika Serikat pada tahun 2008 atas tuduhan perdagangan kokain.

Di Kolombia, Tovar Pupo memiliki lebih dari 1.486 investigasi aktif untuk berbagai kejahatan seperti pembunuhan, penyiksaan, pemindahan paksa dan pembantaian seperti yang terjadi di El Salado di mana ratusan orang di bawah perintahnya membunuh sedikitnya 60 orang pada Februari 2000 di Karibia Bolivar departemen.

"'Jorge 40', yang memiliki 35 surat perintah penangkapan yang tertunda dan 40 tindakan pengamanan terhadapnya, akan tetap berada dalam sistem peradilan pidana biasa di mana ia harus menjamin hak atas kebenaran, keadilan, reparasi, dan jaminan tidak adanya pengulangan dokumen hukum. korban, ”kata Menteri Kehakiman Javier Sarmiento, seperti dikutip dari Pulzo, Senin (28/9).

"Semua otoritas Kolombia telah berkoordinasi untuk menerima orang tersebut, melanjutkan untuk menangkapnya, mengesahkannya di hadapan otoritas yang berwenang dan meminta kebebasannya untuk dirampas di salah satu fasilitas penahanan tatanan nasional," jelasnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02