Sabah Jadi Uji Coba, Muhyiddin Yassin Percaya Diri Percepat Pemilu

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin/Net

Pemilihan umum (pemilu) yang digelar di negara bagian Sabah pada Sabtu (26/9) merupakan uji coba yang dilakukan oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk menggelar pemilu federal.

Memimpin Malaysia sejak Mahathir Mohamad mundur membuat kepemimpinan Muhyiddin diterpa banyak angin politik. Muhyiddin dianggap tidak memiliki legitimasi yang kuat karena membentuk pemerintahan bukan pilihan rakyat.

Alhasil, Muhyiddin ditekan untuk mempercepat pemilu, termasuk oleh koalisinya sendiri, Pekatan Nasional (PN).

"Tapi Muhyiddin masih mikir-mikir, kalau pemilu dipercepat, saya bisa menang apa ndak. Jadi dia ngitung-ngitung juga," begitu kata Associate Professor FAH UIN Jakarta, Sudarnoto Abdul Hakim dalam RMOL World View bertajuk "Rebutan Kusi PM Malaysia" pada Senin (28/9).

Namun akhirnya Muhyiddin semakin percaya diri ketika memenangkan pemilu Sabah yang dikenal sangat penting bagi Malaysia.

Koalisi Gerakan Rakyat Sabah (GRS) yang dipimpin oleh Muhyiddin berhasil mengggulingkan Kerajaan Warisan Sabah dengan memenangkan 38 kursi.

Dengan kemenangan tersebut, Sudarnoto mengatakan, kepercayaan diri Muhyiddin semakin tinggi untuk menggelar pemilu federal hingga akhirnya ia berjanji untuk mempercepat pemilu.

"Janji begitu, Sabah itu test case. Sabah itu kalau dia menang paling tidak konfidensi Muhyiddin naik," tutur Ketua MUI bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional itu.

"Tapi ya belum tentu, pas pemilu federal kalau gabisa dijaga ya dia bisa jatuh juga. Paling tidak ini tes pertama karena Sabah dan Serawak itu sangat penting untuk ngetes apakah benar Muhyiddin mendapatkan legitimasi," tambahnya.

Sudarnoto mengurai, opsi yang paling mungkin untuk menyelesaikan krisis politik di Malaysia adalah dengan menggelar pemilu yang dipercepat.

Mengingat ada tekanan di dalam koalisi PN dan banyaknya kritikan dari oposisi mengenai legitimasi Muhyiddin.

"Menurut saya kekisruhan itu bisa diselesaikan lewat Yang di-Pertuan Agong. Yang di-Pertuan Agung bisa mengumumkan pemilu," ujarnya.

"Menunggu dia sembuh, saya kira Muhyiddin akan ketemu Yang di-Pertuan Agung. Kalau dia mau mengikuti janjinya, dia akan bilang ingin percepat pemilu," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53
Kolombia Akan Usir WNA Yang Gelar Pesta Di Tengah Pembatasan Covid-19
Dunia

Kolombia Akan Usir WNA Yang ..

19 Januari 2021 16:01
Mantan PNS Thailand Divonis 43 Tahun Penjara Usai Kritik Kerajaan
Dunia

Mantan PNS Thailand Divonis ..

19 Januari 2021 15:51
Filipina Dinyatakan Terbebas Dari Flu Burung H5N6
Dunia

Filipina Dinyatakan Terbebas..

19 Januari 2021 15:00
Ikhwanul Muslimin Kecam Keputusan Pemerintah Mesir Sita Aset Milik Kelompoknya: Ini Balas Dendam Bermotif politik
Dunia

Ikhwanul Muslimin Kecam Kepu..

19 Januari 2021 14:34
Nahas, 15 Buruh Migran Tewas Tertindih Truk Ketika Tidur Di Trotoar
Dunia

Nahas, 15 Buruh Migran Tewas..

19 Januari 2021 14:27
Siap Tangkis Serangan China, Taiwan Gelar Latihan Pertahanan Di Pangkalan Tentara Hukou
Dunia

Siap Tangkis Serangan China,..

19 Januari 2021 14:10
WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01