Memaksimalkan Tenaga Lokal, Kuwait Pecat Semua Karyawan Ekspatriat

Ilustrasi/Net

Semua ekspatriat yang bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum Kuwait akan segera diberhentikan sejalan dengan rencana negara untuk mengurangi jumlah pekerja asing.

Menteri Pekerjaan Umum Rana Al-Fares berencana menandatangani surat penghentian untuk 400 karyawan ekspatriat yang bekerja di berbagai departemen di kementerian. Baik yang memegang posisi administratif, hukum, atau dan teknis.

Berita itu muncul beberapa minggu setelah menteri memecat 150 karyawan kementerian ekspatriat, menurut laporan sumber, seperti dikutip dari The Moscow Time, Selasa (29/9).

Selama ini, karyawan ekspatriat menyumbang 5 persen dari total staf kementerian, kata sumber itu.

"Rencana awal adalah memberhentikan karyawan ekspatriat secara bertahap, dan gelombang berikutnya diharapkan terjadi pada akhir tahun," kata sumber kepada harian berbahasa Arab Al Rai.

“Namun, Menteri memutuskan untuk tidak menunggu dan mengakhiri kontrak karyawan ekspatriat dengan segera.

"Ini memungkinkan tenaga kerja nasional memikul tanggung jawab penuh di tahun-tahun mendatang," tambah sumber itu.

Kuwait saat ini sedang dalam proses menyelesaikan undang-undang yang akan mengatur jumlah ekspatriat yang diizinkan untuk bekerja dan tinggal di negara tersebut.

Anggota parlemen pun telah dipanggil untuk mengganti semua pekerjaan ekspatriat di pemerintahan dalam satu tahun.

Pada bulan Juni, negara itu mengumumkan akan melarang pekerjaan ekspatriat di Kuwait Petroleum Corporation (KPC) milik negara dan anak perusahaannya untuk tahun 2020-21.

Pemerintah Kota Kuwait juga mengatakan pada bulan Mei bahwa mereka akan segera memecat semua karyawan ekspatriat dan menggantinya dengan karyawan lokal.

Keputusan itu juga menyerukan pembekuan lamaran kerja dari ekspatriat, membatalkan janji temu yang sedang diproses dan tidak memperbarui kontrak karyawan yang ada.

Rencana menghapus tenaga ekspatriat ini telah dimatangkan sejak awal tahun ini
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02