Melesat Menuju 5G, Singapura Kumpulkan Ribuan Tenaga Kerja Profesional

Jaringan 5G/Net

Singapura terus melesat. Di tengah pandemi Covid-19, Singapura semakin gencar mewujudkan ambisinya untuk meluncurkan jaringan 5G.

Otoritas Pengembang Media Infocomm (IMDA) mengungkap, Singapura merekrut seribu profesional untuk dipekerjakan atau dilatih dalam berbagai bidang.

Dari 1.000 posisi, 300 di antaranya adalah peran baru, sedangkan sisanya akan diisi oleh para profesional telekomunikasi yang akan dilatih berbagai bidang jaringan 5G, termasuk keamanan siber dan rekayasa solusi.

“Permintaan untuk profesional 5G diharapkan tumbuh seiring peluncuran 5G Singapura mengumpulkan momentum dan lebih banyak perusahaan berpartisipasi dalam ekosistem,” kata IMDA, seperti dikutip CNA.

Menteri Komunikasi dan Informasi Singapura, S. Iswaran pada Selasa (29/9) mengatakan, pandemi Covid-19 telah mempercepat pihaknya menuju digitalisasi.

“Singapura telah berkomitmen untuk berinvestasi secara substansial dalam 5G, karena peluang menarik yang akan didatangkannya bagi bisnis, pekerja, dan individu,” ujar Iswaran.

"Bandwidth yang lebih tinggi, latensi yang lebih rendah, dan kemampuan jaringan dinamis akan membuka aplikasi baru yang sebelumnya tidak memungkinkan," sambungnya.

Iswaran juga menjelaskan, Singapura akan fokus pada pengembangan teknologi di berbagai bidang seperti kendaraan otonom dan robotika, Internet of Things (IoT), dan augmented reality yang akan menciptakan aliran pendapatan baru.

"Diharapkan dapat menambah 2,2 triliun dolar AS ke ekonomi global pada 2034," tambah Iswaran.

"Perusahaan harus memanfaatkan peluang untuk berinovasi dan membangun nilai bisnis di area yang menjanjikan ini," imbuhnya.

Di bawah inisiatif TechSkills Accelerator, IMDA telah membentuk Komite Transformasi Tenaga Kerja 5G dengan operator jaringan seluler untuk mengawasi perencanaan dan pengembangan kemampuan tenaga kerja 5G mereka.

IMDA juga akan menunjuk konsorsium yang terdiri dari National University of Singapore dan Singapore Polytechnic sebagai Manajer Program 5G dan Telekomunikasi.

Konsorsium tersebut akan mengoordinasikan program untuk mengembangkan keterampilan di seluruh "ekosistem 5G", termasuk operator jaringan seluler, perusahaan pengguna akhir, dan perusahaan teknologi.

“Rencananya adalah untuk bekerja dengan industri dan melengkapi total 5.000 profesional selama tiga tahun ke depan untuk mengembangkan tenaga kerja 5G terampil yang kuat,” tambah IMDA.

Pelatihan dengan operator jaringan seluler akan dimulai pada akhir tahun ini.

"Pengembangan bakat adalah fase penting berikutnya dari investasi kami di 5G. Upaya ini memperluas momentum Singapura dalam 5G menyusul investasi kami dalam membangun kemampuan infrastruktur," kata kepala eksekutif IMDA, Lew Chuen Hong.

Pada Juni, Iswaran mengatakan Singapura berada di jalur yang tepat untuk menawarkan cakupan 5G nasional pada 2025, setelah Singtel dan perusahaan patungan oleh StarHub dan M1 diberikan penghargaan akhir untuk mengoperasikan jaringan di negara tersebut.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02