Sang Juru Damai, Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal Dunia Pada Usia 91 Tahun

Emir Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah dari Kuwait meninggal dunia pada usia 91 tahun/Al Jazeera

Kuwait berduka pekan ini. Pasalnya, penguasa negara tersebut, yakni Emir Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah meninggal dunia pada usia ke-91 tahun pada Selasa, 29/9).

Bak pepatah, gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama, begitupun dengan Sheikh Sabah.

Semasa hidup, dia dikenal sebagai peacemaker karena kerap kali menjadi pelopor perdamaian dalam sejumlah isu. Karena hal itu, dia mendapat julukan sebagai "Orang Bijak di Kawasan".

Kabar duka soal kematiannya diumumkan oleh pemerintah Kuwait.

"Dengan kesedihan dan kesedihan yang luar biasa, kami berduka. Kematian Syekh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, emir Negara Kuwait," kata Sheikh Ali Jarrah al-Sabah, menteri yang bertanggung jawab atas urusan kerajaan melalui siaran televisi, seperti dikabarkan Al Jazeera.

Sheikh Sabah meninggal dunia setelah beberapa dekade sebagai tokoh terkemuka dalam memerintah negara Teluk yang kaya minyak itu.

Lahir pada tahun 1929, Syekh Sabah secara luas dianggap sebagai arsitek kebijakan luar negeri Kuwait modern. Setelah menjabat sebagai menteri luar negeri selama hampir 40 tahun antara tahun 1963 hingga 2003, sebelum kemudian dia menjadi perdana menteri.

Selama menjabat sebagai menteri luar negeri, Sheikh Sabah kerap mendorong hubungan yang lebih dekat dengan Irak setelah Perang Teluk 1990 dan solusi untuk krisis regional lainnya.

Kenaikannya sebagai emir pada tahun 2006 di Kuwait terjadi setelah Parlemen memutuskan dengan suara bulat untuk menggulingkan pendahulunya, Sheikh Saad al-Abdullah al-Sabah yang sakit.

Sheikh Sabah pun kemudian menjadi pemimpin ke-15 dalam keluarga Kuwait yang telah memerintah selama lebih dari 250 tahun.

Dia merupakan seorang duda yang tinggal selama bertahun-tahun di sebuah istana yang dikenal sebagai Dar Salwa. Nama itu diambil dari nama putrinya Salwa, yang meninggal dunia karena kanker pada tahun 2002.

Kini Sheikh Sabah menyusul sang putri dan meninggalkan dua putra.

Pada Agustus 2019, pemerintah Kuwait mengakui Syekh Sabah mengalami medis, namun tidak dijelaskan lebih lanjut soal penyakit yang dideritanya. Namun sejak saat itu, dia sempat dirawat di rumah sakit.

Kemudian pada Juli 2020 lalu, dia terbang ke Amerika Serikat mencari penanganan medis.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Apa Kabar Vaksin Nusantara?

Kamis, 15 April 2021

Artikel Lainnya

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing-wen Beberkan Komitmen Taiwan Jaga Perdamaian Indo-Pasifik
Dunia

Sambut Delegasi AS, Tsai Ing..

15 April 2021 12:12
Komentar Pedas Erdogan Untuk PM Italia Yang Menyebutnya Diktator
Dunia

Komentar Pedas Erdogan Untuk..

15 April 2021 11:52
Perseteruan Rusia-Ukraina: Kapal Perang AS Mundur Dari Laut Hitam
Dunia

Perseteruan Rusia-Ukraina: K..

15 April 2021 11:20
Peringatan China Untuk Barat: Jangan Jadikan Hong Kong Sebagai Pion
Dunia

Peringatan China Untuk Barat..

15 April 2021 11:16
Kontroversi Penyebab Kematian George Floyd, Kehabisan Oksigen Hingga Penyakit  Jantung
Dunia

Kontroversi Penyebab Kematia..

15 April 2021 10:49
Perkuat Sistem Pertahanan Udara, Turki Punya Teknologi Rudal Udara-Ke-Udara Bozdogan
Dunia

Perkuat Sistem Pertahanan Ud..

15 April 2021 10:48
Pasang Badan, AS Akan Bantu Pertahanan Ukraina Lawan Rusia
Dunia

Pasang Badan, AS Akan Bantu ..

15 April 2021 10:23
Dukung Kompetisi Sepak Bola Copa America 2021, Sinovac Sepakat Kirim 50.000 Dosis Vaksin Covid-19
Dunia

Dukung Kompetisi Sepak Bola ..

15 April 2021 10:21