India-Pakistan Bentrok Di Perbatasan, Tiga Tewas dan Lainnya Luka-luka

Wilayah perbatasan Pakistan-India/Net

Bentrokan antara tentara Pakisatan dan tentara India kembali terjadi di sepanjang perbatasan Kashmir pada Selasa (29/9). Seorang tentara Pakistan dan seorang warga sipil tewas dalam bentrokan ini, menurut laporan dari pihak Pakistan.

Ini adalah bentrokan terbaru antar rival lama dari serangkaian pertempuran yang terjadi di sepanjang Garis Kontrol (LoC), perbatasan de facto yang membagi wilayah sengketa Jammu dan Kashmir.

“Angkatan Darat India melakukan tembakan tak beralasan di Sektor Baroh dan Tandar di sepanjang LOC yang menargetkan penduduk sipil," isi pernyataan Angkatan Darat Pakistan, seperti dikutip dari Eurasia Time, Selasa (29/9).

Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun yang sedang memeluk syahdat [kemartiran] sementara empat warga sipil termasuk seorang wanita dan seorang pria berusia 80 tahun terluka,” lanjut pernyataan itu.

Tembakan tak jelas dari pasukan India itu kemudian dibalas oleh tentara Pakistan.

Namun, juru bicara Angkatan Darat India membantah adanya cedera atau korban jiwa dalam bentrokan itu. Islamabad juga memanggil Kuasa Usaha India Gaurav Ahluwalia ke Kementerian Luar Negeri setelah insiden itu, menurut pernyataan resmi.

Hubungan yang tegang antara dua kekuatan nuklir Asia Selatan semakin memanas setelah India membatalkan ketentuan khusus negara bagian Jammu dan Kashmir pada Agustus tahun lalu.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan di beberapa bagian tetapi diklaim oleh keduanya secara penuh. Sebagian kecil wilayah tersebut juga dikuasai oleh China.

Sejak mereka dipecah pada tahun 1947, New Delhi dan Islamabad telah berperang sebanyak tiga kali, pada 1948, 1965, dan 1971. Dua perang di antaranya memperebutkan Kashmir.

Beberapa kelompok Kashmir telah berperang melawan pemerintahan India untuk kemerdekaan, atau untuk penyatuan dengan Pakistan.

Menurut beberapa organisasi hak asasi manusia, ribuan orang terbunuh dan disiksa dalam konflik yang berkobar pada tahun 1989 itu.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pasca Pembunuhan Samuel Paty, Prancis Akan Menindak Postingan Berisi Identitas Pribadi
Dunia

Pasca Pembunuhan Samuel Paty..

24 Oktober 2020 06:50
Pemilu Bolivia: Luis Arce Raih Kemenangan Telak Dengan 55 Persen Suara
Dunia

Pemilu Bolivia: Luis Arce Ra..

24 Oktober 2020 06:35
Konflik Laut Mediterania, Bisakah Rusia Dapat Untung Dari Pertengkaran Turki-Yunani?
Dunia

Konflik Laut Mediterania, Bi..

24 Oktober 2020 05:41
Iran Kepada Armenia Dan Azerbaijan: Tidak Ada Toleransi Serangan Di Perbatasan
Dunia

Iran Kepada Armenia Dan Azer..

23 Oktober 2020 19:42
Tolak Kehadiran Militer China, Warga Kamboja Gelar Aksi Protes Dekat Kedutaan
Dunia

Tolak Kehadiran Militer Chin..

23 Oktober 2020 16:40
Hasil Pemilu Berujung Kerusuhan Berdarah, Sekjen PBB Minta Semua Pihak Di Guinea Tetap Tenang
Dunia

Hasil Pemilu Berujung Kerusu..

23 Oktober 2020 16:04
Kremlin: Presiden Putin Sudah Melakukan Segala Hal Untuk Mendamaikan Armenia Dan Azerbaijan
Dunia

Kremlin: Presiden Putin Suda..

23 Oktober 2020 15:14
Balas Serangan Roket Hamas, Israel Bombardir Situs Pembuatan Senjata Di Jalur Gaza
Dunia

Balas Serangan Roket Hamas, ..

23 Oktober 2020 14:45