Kremlin Tegas Minta Ankara Dan Pihak Lain Hentikan 'Menyiram Bensin' Atas Eskalasi Nagorno-Karabakh

Wilayah Nagorno-Karabakh yang diperebutkan yang kerap terjadi bentrokan antara Armenia dan Azerbaijan/Net

  Rusia menyerukan kepada Turki dan juga negara-negara lain untuk menahan diri dari pernyataan dukungan militer. Sebaliknya negara-negara itu mestinya meyakinkan Baku dan Yerevan untuk kembali kepada perdamaian.

Kremlin menilai pernyataan dukungan militer untuk Azerbaijan dan Armenia atas eskalasi baru-baru ini di Nagorno-Karabakh hanya akan 'menyiram bensin', padahal yang dibutuhkan para pihak saat ini adalah dibujuk untuk kembali ke cara politik dan diplomatik yang menuju penyelesaian.

“Penting untuk membujuk para pihak untuk kembali ke cara penyelesaian politik-diplomatik,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov seraya mengingatkan agar semua pihak membantu proses genjatan senjata. Ia mengatakan hal itu kepada wartawan pada Selasa (29/9), seperti dikutip dari Radio Armenia.

“Kremlin, pertama-tama, mementingkan untuk melakukan gencatan senjata secepatnya dan mengakhiri permusuhan. Setiap pernyataan tentang dukungan militer atau aktivitas militer pasti akan menambah bahan bakar ke api. Kami tegas menentang terjadinya 'kebakaran' ini,” kata Peskov.

“Kami menyerukan kepada semua negara, terutama mitra kami, seperti Turki, untuk melakukan segalanya sehingga pihak yang bertikai akan menghentikan 'api' dan kembali ke proses penyelesaian konflik secara damai,” kata Peskov.

Turki telah mendukung Azerbaijan dalam konteks konflik Nagorno-Karabakh sejak tahun 1990, ketika negara itu memberlakukan blokade tanah di Republik Armenia. Dukungan Turki terhadap agresi ini dan persiapannya telah mengalami perubahan kualitatif dan ditandai dengan kehadiran langsungnya di lapangan. Dukungan Turki dianggap sebagai 'enambahan bahan bakar' bagi eskalasi itu.

Peskov menyatakan bahwa Rusia dan negara-negara ketua bersama OSCE Minsk Group harus mengambil sikap yang bertanggung jawab tanpa ada petualangan untuk penyelesaian di Nagorno-Karabakh.

“Tentu saja, Anda perlu memahami bahwa menjadi ketua bersama yang bertanggung jawab dari kelompok OSCE yang relevan, Federasi Rusia, seperti ketua bersama lainnya, harus mengambil posisi yang seimbang, posisi yang bertanggung jawab, tanpa petualangan apa pun,” ujar Peskov.

"Hanya ini yang memungkinkan Moskow benar-benar menawarkan peran mediasinya secara efektif dalam penyelesaian konflik ini," tutupnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan, bersama: Syahrial Nasution dan Abdul Hamid

Selasa, 09 Maret 2021

Artikel Lainnya

Enggan Mundur Usai Terjerat Kasus Pelecehan Seksual, Gubernur Andrew Cuomo Terancam Dimakzulkan
Dunia

Enggan Mundur Usai Terjerat ..

09 Maret 2021 11:48
AS Buka Lagi Pengajuan Aplikasi Visa Dari 13 Negara Muslim Dan Afrika
Dunia

AS Buka Lagi Pengajuan Aplik..

09 Maret 2021 10:52
Tolak Gagasan Paspor Vaksin, WHO: Akan Menimbulkan Ketidakadilan Dalam Sistem
Dunia

Tolak Gagasan Paspor Vaksin,..

09 Maret 2021 10:34
Wawancara Harry Dan Meghan Penuh Kontroversi, Istana Buckingham Diam Seribu Bahasa
Dunia

Wawancara Harry Dan Meghan P..

09 Maret 2021 10:21
Ledakan Di Jembatan Al Aimmah Irak, Seorang Perempuan Tewas
Dunia

Ledakan Di Jembatan Al Aimma..

09 Maret 2021 09:46
Buat Cuitan Misoginis Saat Hari Perempuan Internasional, Burger King Diserang Warga Net
Dunia

Buat Cuitan Misoginis Saat H..

09 Maret 2021 09:32
Belajar Dari RRD Korea, Kesehatan Masyarakat Yang Gratis Tanpa Diskriminasi
Dunia

Belajar Dari RRD Korea, Kese..

09 Maret 2021 08:56
Aparat Blokir Jalan, Ratusan Pengunjuk Rasa Myanmar Terperangkap
Dunia

Aparat Blokir Jalan, Ratusan..

09 Maret 2021 08:05