Jika CSTO Diaktifkan, Perang Nagorno-Karabakh Bisa Meletus

Ilustrasi/Net

Konflik Nagorno-Karabakh akan berubah menjadi perang dalam waktu yang sangat singkat jika Pasal 4 dari Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) diaktifkan.

Seperti halnya Pasal 5 Perjanjian Kolektif NATO, dalam Pasal 4 CSTO, anggota organisasi harus memberikan bantuan jika salah satu dari anggota mereka secara teritorial terancam oleh intervensi militer eksternal.

Dalam hal ini, anggota CSTO adalah Rusia, Armenia, Belarusia, Kazakhstan, Kyrgystan, dan Tajikistan. 

Mengaju pada perjanjian tersebut, dimuat Bulgarian Military pada Selasa (29/9), maka kemungkinan perang di Nagorno-Karabakh menjadi tinggi. Terlebih dengan kehadiran Turki yang telah secara terang-terangan mendukung Azerbaijan.

Jika kita mengecualikan Kazakhstan, Kyrgyzstan dan Tajikistan dari persamaan, serta Belarusia karena masalah internal, ternyata pada titik tertentu Rusia mungkin akan berperang dengan Azerbaijan dan Turki.

Namun untuk mengaktifkan Pasal 4 CSTO, aplikasi resmi harus dikirimkan oleh Yerevan dan dibahas dalam pertemuan organisasi tersebut.

Para pakar militer sendiri mengatakan Armenia memiliki banyak alasan untuk merilis aplikasi tersebut dan mendapatkan dukungan dari anggota CSTO, khususnya setelah Azerbaijan menyerang bus yang membawa warga sipil di wilayah Armenia di kota Vardenis, serta pesawat tempur Su-25 Armenia yang ditembak jatuh.

Namun dimuat Armen Pres perwakilan resmi dari aliansi CSTO, Vladimir Zaidindinov mengztakan Armenia sendiri belum mengajukan aplikasi tersebut.

"Untuk membahas masalah ini di CSTO, Armenia perlu mengajukan permintaan tentang itu," ujarnya.

Dari sudut pandang Kremlin, Armenia adalah halaman belakang Rusia, dan Moskow tidak akan melewatkan kesempatan untuk menyelesaikan masalah di halaman belakangnya sendiri, karena perjanjian di Organisasi tersebut memberi Presiden Vladimir Putin peluang besar untuk menghadapi Presiden Recep Tayyip Erdogan secara langsung.

Konflik Nagorno-Karabakh kembali memanas pada Minggu (27/9), ketika terjadi bentrokan aktif antara pasukan dua negara.

Baik Azerbaijan dan Armenia telah menyalahkan satu sama lain dan memberlakukan darurat militer.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02