Netanyahu Bongkar Tempat Penyimpanan Senjata Hizbullah Di Lebanon, Tapi Ternyata Hanya Pabrik Logam Biasa

Pabrik logam yang digambarkan sebagai tempat penyimpanan senjata kelompok Hizbullah oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menuding kelompok Hizbullah di Lebanon telah menyimpan senjata di dekat pemukiman di Beirut.

Tudingan tersebut disampaikan Netanyahu saat berpidato secara virtual di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (29/9).

Netanyahu menyebut senjata tersebut berada di lingkungan Jnah dan kemungkinan menjadi ledakan dahsyat di Beirut lainnya.

"Saya katakan kepada orang-orang Jnah, Anda harus memprotes ini. Karena jika benda ini meledak, itu akan menjadi tragedi lain," kata Netanyahu, seperti dikutip Reuters.

"Iran dan Hizbullah dengan sengaja menempatkan Anda dan keluarga Anda dalam bahaya besar. Anda harus memberi tahu mereka, hancurkan depot ini," tambahnya.

Selama pidatonya, ia juga menampilkan sebuah foro yang menunjukkan pintu masuk ke pabrik rudal yang berada di Beirut. Foto tersebut adalah milik intelijen Israel.

Menananggapi pernyataan Netanyahu, Pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah langsung membantah keberadaan situs rudal tersebut. Ia menyebut Netanyahu berusaha untuk memprovokasi orang Lebanon untuk melawan gerakan Syiah.

Tidak lama setelah pidato Netanyahu, pusat media Hizbullah membawa sekelompok besar jurnalis untuk mengunjungi dan melihat apa yang digambarkan PM Israel itu sebagai tempat penyimpanan rudal di jalan perumahan yang ramah di Jnah.

Di dalam gedung tersebut terdapat mesin yang digunakan untuk memotong logam dan beberapa tabung gas.

"Tidak ada setitik pun dari apa yang dikatakan Netanyahu di pabrik ini. Ini adalah pabrik pribadi yang membuat potongan logam, dengan mesin pemotongan laser dan semacamnya, itu saja, "kata Mohammad Rammal, yang mengatakan bahwa dia menjalankan pabrik tersebut.

Seperti halnya Hizbullah, diplomat Iran, Mohammad Reza Sahraei membantah tudingan Netanyahu.

Lebanon telah didorong mencapai titik puncak krisisnya. Sebelum pandemi Covid-19 melanda, Lebanon sudah berkutat dengan kesulitan ekonomi.

Kemudian di tengah pandemi, sebuah ledakan dahsyat terjadi pada 4 Agustus 2020 di Pelabuhan Beirut. Insiden tersebut menewaskan hampir 200 orang dengan 6.000 lainnya terluka.

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Presiden Armenia Minta Rakyat Bisa Saling Bergandengan Tangan Hadapi Situasi Pasca Perang
Dunia

Presiden Armenia Minta Rakya..

05 Desember 2020 17:27
Beri Contoh Pada Rakyatnya, Erdogan Siap Disuntik Vaksin Covid-19
Dunia

Beri Contoh Pada Rakyatnya, ..

05 Desember 2020 17:05
Ajudan Senator Republik Georgia Tewas Dalam Kecelakaan Mobil Beruntun, Mike Pence Berduka: Dia Pemuda Yang Luar Biasa
Dunia

Ajudan Senator Republik Geor..

05 Desember 2020 16:47
Undang Aktivis Pro-Demokrasi, Politisi Denmark Kena Amukan China: Jangan Ikut Campur Urusan Hong Kong!
Dunia

Undang Aktivis Pro-Demokrasi..

05 Desember 2020 16:34
Badan Keamanan Lebanon Ungkap Rencana Pembunuhan Sejumlah Tokoh Masyarakat
Dunia

Badan Keamanan Lebanon Ungka..

05 Desember 2020 15:37
Penemuan Luar Biasa Dari Penggalian Kota Pompeii: Harta Karun Orang Romawi Terkaya Bernama Quintus Poppaeus
Dunia

Penemuan Luar Biasa Dari Pen..

05 Desember 2020 15:16
Perang Telah Berakhir, Namun Perjuangan Melawan Stres Pasca-Trauma Baru Saja Dimulai
Dunia

Perang Telah Berakhir, Namun..

05 Desember 2020 14:46
Belasan Penambang Terjebak Tanah Longsor Di Tambang Emas Ilegal Nikaragua
Dunia

Belasan Penambang Terjebak T..

05 Desember 2020 13:48