Puji UU Keamanan Nasional, Carrie Lam: Stabilitas Hong Kong Telah Kembali

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam dan para pejabat merayakan Hari Nasional China/Net

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam memuji pemberlakuan UU keamanan nasional dalam pidatonya selama perayaan Hari Nasional China pada Kamis (1/10).

Dalam sebuah upacara bendera yang dihadiri oleh pejabat senior Hong Kong dan China daratan, Lam mengatakan stabilitas kota tersebut telah kembali.

"Selama tiga bulan terakhir, kebenaran yang jelas adalah bahwa stabilitas masyarakat telah dipulihkan sementara keamanan nasional telah dijaga, serta warga dapat terus menikmati hak-hak dasar dan kebebasan mereka," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Lam sendiri merujuk pada pemberlakuan UU keamanan nasional Hong Kong oleh Beijing pada 1 Juli.

Sementara Lam menyampaikan pidato dan menggelar upacara, ratusan polisi anti huru hara berpatroli di sepanjang rute yang didiperkirakan akan menjadi tempat aksi unjuk rasa.

Sekelompok petugas anti huru hara melakukan operasi penghentian dan pencarian di sepanjang rute perjalanan yang diperkirakan menghubungkan distrik perbelanjaan utama Causeway Bay dengan distrik administrasi Admiralty.

Pada pukul 14.00 setempat, hanya ada sedikit tanda-tanda massa berkumpul, jalan-jalan dipenuhi oleh polisi anti huru hara dan wartawan.

Polisi mengusir setiap orang yang tampak mencurigakan, seperti seorang remaja memainkan lagu-lagu protes dengan alat musik tiup kayu, seorang pria berpakaian hitam dan memegang balon kuning (warna yang diasosiasikan dengan pendukung pro-demokrasi), hingga seorang wanita memegang salinan tabloid anti-pemerintah Apple Daily.

"Orang Hong Kong telah sedih dan kecewa selama setahun. Ini dimaksudkan sebagai hari libur dan jalanan dipenuhi polisi," ujar Mandy, 52 tahun, saat berbelanja dengan suaminya.

ÔÇťOrang-orang sedang tidak ingin merayakannya. Pemerintah menggunakan undang-undang keamanan nasional dan pandemi untuk menekan hati kami," sambungnya.

UU keamanan nasional menangani berbagai kejahatan nasional seperti terorisme, separatisme, subversi, hingga campur tangan asing. Namun banyak kritikus yang menyebut UU tersebut digunakan untuk menekan perbedaan pendapat.

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dapat Konfirmasi Senat, Antony Blinken Resmi Jadi Menteri Luar Negeri AS
Dunia

Dapat Konfirmasi Senat, Anto..

27 Januari 2021 08:02
Perkuat Sektor Pertahanan, Kenya Borong 118 Kendaraan Militer Canggih Dari Turki
Dunia

Perkuat Sektor Pertahanan, K..

27 Januari 2021 07:52
Inggris Lampaui Angka 100 Ribu Kematian, Boris Johnson Sampaikan Rasa Sedihnya
Dunia

Inggris Lampaui Angka 100 Ri..

27 Januari 2021 07:44
Priti Patel Tangkis Pernyataan Mantan Pejabat Tinggi Soal Aturan Karantina Inggris
Dunia

Priti Patel Tangkis Pernyata..

27 Januari 2021 07:16
Perkuat Hubungan Diplomatik, Sudan Dan Israel Sepakat Bangun Kantor Kedutaan Dalam Waktu Dekat
Dunia

Perkuat Hubungan Diplomatik,..

27 Januari 2021 07:02
Iran Dan Rusia Makin Kompak, Teken Kerja Sama Keamanan Siber
Dunia

Iran Dan Rusia Makin Kompak,..

27 Januari 2021 06:48
Ketua Partai MHP Minta Joe Biden Tak Ulangi Kegagalan Donald Trump Di Turki
Dunia

Ketua Partai MHP Minta Joe B..

27 Januari 2021 06:37
Inggris Berkolaborasi Dengan UE Pastikan Rantai Pasokan Vaksin
Dunia

Inggris Berkolaborasi Dengan..

27 Januari 2021 06:27