Mesir Memanas, Pembangkang Mohammed Ali Serukan Aksi Anti-Rezim Friday Of Victory

Bendera Mesir/Net

Sebuah seruan yang berisi ajakan untuk berpartisipasi dalam aksi demonstrasi anti-rezim yang akan dilaksanakan pada hari ini, Jumat (2/10) waktu setempat, berkembang luas di Mesir. Itu terjadi setelah seorang pemuda ditembak mati oleh pasukan keamanan di selatan negara itu.

Adalah seorang pengusaha yang juga pembangkang Mesir, Mohammed Ali, yang kini tinggal di Spanyol yang telah menyerukan aksi unjuk rasa di semua alun-alun Mesir, terutama Lapangan Tahrir Kairo yang menjadi pusat protes Musim Semi Arab 2011 lalu.

Mohammed Ali memberi nama untuk aksi itu sebagai ‘Friday of Victory’.

“Protes di Tahrir Square akan menyampaikan suara orang Mesir yang marah kepada dunia, tidak seperti protes di desa dan dusun di kota,” kata Ali dalam video yang diunggah di akun Facebooknya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (1/10).

Menanggapi hal itu, beberapa aktivis turun ke Twitter dengan menggemakan tagar #FridayofVictoryforEgyptians untuk menggerakkan massa.

Otoritas Mesir mengeluarkan peringatan keamanan pada hari Kamis (1/10) untuk memadamkan seruan protes itu.

Yayasan Arab untuk Dukungan Masyarakat Sipil (AFSS), yaitu sebuah organisasi kemanusiaan yang memantau protes, telah mendokumentasikan 164 protes di 14 dari 27 kegubernuran yang dilakukan sejak 20 - 27 September di mana ratusan pengunjuk rasa termasuk anak-anak, telah ditangkap.

Kelompok tersebut menetapkan bahwa alasan rangkaian protes adalah tidak adanya partisipasi dalam pengambilan keputusan.

Alasan lain kemarahan publik adalah berlanjutnya nasionalisasi partai, serikat pekerja dan masyarakat sipil, kebebasan politik yang terbatas, dominasi badan-badan negara atas parlemen, dan pemenjaraan yang berkelanjutan terhadap ribuan tahanan hati nurani, dan memburuknya standar hidup.

Pada September tahun lalu, Ali telah menyerukan demonstrasi luas melawan rezim, mengakibatkan ribuan pengunjuk rasa berkumpul di beberapa kota besar menuntut pengunduran diri pemerintah.

Abdul Fattah as-Sisi  berkuasa di Mesir setelah menggulingkan presiden pertama yang terpilih secara demokratis di negara itu, Mohammad Morsi, lewat sebuah kudeta militer pada Juli 2013.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Presiden Armenia Minta Rakyat Bisa Saling Bergandengan Tangan Hadapi Situasi Pasca Perang
Dunia

Presiden Armenia Minta Rakya..

05 Desember 2020 17:27
Beri Contoh Pada Rakyatnya, Erdogan Siap Disuntik Vaksin Covid-19
Dunia

Beri Contoh Pada Rakyatnya, ..

05 Desember 2020 17:05
Ajudan Senator Republik Georgia Tewas Dalam Kecelakaan Mobil Beruntun, Mike Pence Berduka: Dia Pemuda Yang Luar Biasa
Dunia

Ajudan Senator Republik Geor..

05 Desember 2020 16:47
Undang Aktivis Pro-Demokrasi, Politisi Denmark Kena Amukan China: Jangan Ikut Campur Urusan Hong Kong!
Dunia

Undang Aktivis Pro-Demokrasi..

05 Desember 2020 16:34
Badan Keamanan Lebanon Ungkap Rencana Pembunuhan Sejumlah Tokoh Masyarakat
Dunia

Badan Keamanan Lebanon Ungka..

05 Desember 2020 15:37
Penemuan Luar Biasa Dari Penggalian Kota Pompeii: Harta Karun Orang Romawi Terkaya Bernama Quintus Poppaeus
Dunia

Penemuan Luar Biasa Dari Pen..

05 Desember 2020 15:16
Perang Telah Berakhir, Namun Perjuangan Melawan Stres Pasca-Trauma Baru Saja Dimulai
Dunia

Perang Telah Berakhir, Namun..

05 Desember 2020 14:46
Belasan Penambang Terjebak Tanah Longsor Di Tambang Emas Ilegal Nikaragua
Dunia

Belasan Penambang Terjebak T..

05 Desember 2020 13:48