Kasus Covid Makin Tinggi, Menkes Prancis Siapkan Pembatasan Ketat Kota Paris Mulai Senin

Ilustrasi/Net

Pemerintah Prancis saat ini tengah bersiap untuk melakukan pembatasan ketat dan menempatkan Kota Paris dalam kewaspadaan maksimum segera di tengah meningkatnya infeksi Covid-19 pada Senin (5/10).

Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengatakan pada hari Kamis (1/10) bahwa pemerintahannya tengah menyiapkan sebuah langkah yang kemungkinan akan memaksa penutupan restoran dan bar, dan memperketat batasan lain pada kehidupan publik.

Peringatan itu muncul setelah Prancis melaporkan hampir 14 ribu infeksi virus corona baru yang dikonfirmasi selama 24 jam terakhir, mendekati level rekor yang terlihat pekan lalu.

Jumlah infeksi naik 13.970 menjadi total 577.505 kasus, kata kementerian kesehatan, lebih dari 12.845 yang dilaporkan pada Rabu (30/9) dan di bawah rekor 16.096 pada Kamis pekan lalu.

Selain Paris, Veran mengatakan bahwa lima kota lain termasuk Lille, Lyon, Grenoble, Toulouse dan Saint-Etienne, juga dapat ditempatkan dalam siaga maksimum minggu depan.

Sejumlah bar yang berada di Paris harus tutup pukul 10 malam waktu setempat dan gym telah ditutup sepenuhnya Senin lalu.

Veran mengatakan wilayah Paris yang lebih luas, yang terdiri dari 7 juta orang, kini telah melewati ketiga kriteria pemerintah untuk ditempatkan pada tingkat kewaspadaan tertinggi. Dalam 24 jam terakhir, tingkat insiden telah meningkat menjadi 259,6 kasus virus korona untuk setiap 100.000 penduduk, melampaui ambang batas kewaspadaan 250.

Di Paris dan di komune sekitarnya, Veran mengatakan bahwa 30 hingga 35 persen tempat tidur perawatan intensif saat ini ditempati oleh pasien virus corona, di atas tingkat kritis 30 persen. Paris juga telah lolos kriteria ketiga, yakni jumlah kasus Covid-19 di antara mereka yang berusia di atas 65 tahun, yang telah mencapai 132 kasus per 100 ribu orang, melampaui ambang batas 100.

Secara nasional, katanya, tidak ada risiko jangka pendek rumah sakit kewalahan oleh masuknya pasien virus corona.

"Ini menjadi lebih buruk lebih cepat di Paris dan daerah sekitarnya," kata Veran dalam konferensi pers, seperti dikutip dari AFP, Jumat (2/10).

"Kami membutuhkan beberapa hari untuk mengkonfirmasi tren, tetapi jika itu dikonfirmasi, kami tidak punya pilihan selain menempatkannya pada kewaspadaan maksimum, mulai Senin," lanjutnya, seraya menambahkan bahwa mungkin mereka memerlukan penutupan total terhadap fasilitas bar.

"Kami berada dalam fase di mana situasinya memburuk," tambahnya, mengatakan pemerintah dan Balai Kota Paris akan melihat lagi indikator pada hari Minggu dan bertindak jika tidak ada perbaikan.

"Kami akan mengambil, secara kolektif, langkah-langkah yang diperlukan dan yang sudah bisa kami antisipasi."

Sejauh ini, hanya kota selatan Marseille dan Guadeloupe di Karibia yang diberlakukan siaga maksimum. Pemerintah memerintahkan bar dan restoran di sana ditutup selama dua minggu dari Senin lalu, memicu protes dan gugatan hukum , yang gagal. Pemilik restoran merencanakan protes pada hari Jumat (2/10) waktu setempat di Paris.

Namun, dihadapkan pada kemarahan pemilik restoran di Marseille yang mengatakan penutupan total mengancam mata pencaharian mereka, Veran mengatakan pejabat dapat mulai mengurangi pembatasan di beberapa daerah.

Dia mengatakan ada tanda-tanda krisis mereda di Bordeaux dan Nice serta di Marseille, di mana pembatasan sebelumnya diberlakukan.

Selain penutupan restoran, Marseille juga menyaksikan penutupan tempat-tempat umum seperti museum dan bioskop kecuali ada pengamanan ketat.

"Pemerintah akan mempelajari proposal sanitasi dan mempelajari aturan untuk restoran, termasuk di zona siaga maksimum," kata Veran.

"Jika disetujui oleh otoritas kesehatan, itu dapat memungkinkan restoran untuk tetap buka sepenuhnya atau sebagian, tetapi dengan aturan sanitasi yang diperkuat", tambahnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Diduga Terkait Dengan Tentara Pembebasan Rakyat, Dua Perusahaan Raksasa China Masuk Daftar Hitam AS
Dunia

Diduga Terkait Dengan Tentar..

30 November 2020 13:00
Kembali Ke Pangkuan Azerbaijan, Butuh Milyaran Dolar Untuk Membangun Agdam 'Hiroshima di Kaukasus'
Dunia

Kembali Ke Pangkuan Azerbaij..

30 November 2020 12:54
China Akan Bangun Megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Sungai Yarlung Tsangpo Tibet
Dunia

China Akan Bangun Megaproyek..

30 November 2020 12:44
Kemenhan Rusia: Rumah Sakit Lapangan Telah Tersedia Di Nagorno-Karabakh
Dunia

Kemenhan Rusia: Rumah Sakit ..

30 November 2020 12:32
Dihantam Pajak Impor Baru Oleh China, Dunia Menanti Reaksi Australia
Dunia

Dihantam Pajak Impor Baru Ol..

30 November 2020 11:56
Presiden Brasil: Sumber Yang Saya Miliki Tunjukkan Adanya Banyak Kecurangan Dalam Pilpres AS
Dunia

Presiden Brasil: Sumber Yang..

30 November 2020 11:42
Kedapatan Langgar Embargo Senjata Libya, Turki Harus Hadapi Sanksi Baru Dari Uni Eropa
Dunia

Kedapatan Langgar Embargo Se..

30 November 2020 11:20
Kasus Masih Tinggi, New York Bersiap Buka Kembali Sekolah Tatap Muka Pekan Depan
Dunia

Kasus Masih Tinggi, New York..

30 November 2020 11:10