Dikritik Terus Oleh PBB, Dubes Israel Ancam Tidak Akan Ada Lagi PBB Dalam 75 Tahun Ke Depan

Gilad Erdan dengan Benjamin Netanyahu pada rapat kabinet mingguan/Net

Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Gilad Erdan membuat sebuah pernyataan yang keras terhadap PBB pada Jumat (2/10).

Erdan memperingatkan badan dunia itu, bahwa tidak akan ada lagi PBB dalam 75 tahun ke depan jika terus-menerus mengkritik Israel.

"PBB mempertaruhkan hilangnya relevansi dan legitimasi apa pun yang tersisa," tulis Erdan dalam kolom yang ditulisnya untuk Israel Hayom, surat kabar harian milik donor besar Republik Sheldon Adelson.

Erdan mengingatkan bahwa PBB akan menghadapi ancaman eksistensi jika terus mengkritik Israel.

Erdan, yang ditunjuk sebagai duta besar Israel untuk PBB pada Juli, menegaskan: “Jika organisasi [PBB] tidak dapat mengambil tindakan terhadap rezim terburuk dan terus berpegang teguh pada obsesi Palestina, maka dalam 75 tahun ke depan, PBB tidak akan bisa memperingati ulang tahunnya. Karena itu akan kehilangan haknya untuk hidup."
Dalam pernyataannya Erdan juga mengecam PBB atas dukungannya terhadap pengungsi Palestina.

“Ketika mendanai badan-badan seperti UNRWA yang hanya melestarikan budaya kebohongan dan menghindari penanganan masalah mendesak yang penting bagi perdamaian dunia, maka PBB berisiko kehilangan sisa-sisa legitimasinya," kata Erdan mengenai Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina.

Badan tersebut memberikan bantuan penting dan bantuan kemanusiaan kepada lebih dari lima juta pengungsi Palestina.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres, dikritik karena tidak menyebutkan kesepakatan normalisasi Israel dengan Bahrain dan Uni Emirat Arab dalam pidato pembukaannya di Sidang Umum pekan lalu.

“Dalam pidatonya di awal Sidang Umum minggu lalu, Sekretaris Jenderal António Guterres memilih untuk berbicara tentang Afghanistan dan masalah lainnya. Ia sepenuhnya mengabaikan kesepakatan normalisasi yang telah mengubah Timur Tengah, sementara ia juga harusnya berfokus pada konflik Palestina-Israel,” kata Erdan.

Erdan kemudian memprotes apa yang digambarkan sebagai 'mayoritas otomatis' terhadap Israel di PBB. Anggota Likud itu memperkirakan bahwa normalisasi dengan negara-negara Teluk akan membantu negara Zionis itu dalam memblokir mayoritas anti-Israel dalam pemungutan suara di masa depan.

"Saya percaya, sekarang negara-negara Arab merangkul perdamaian dengan Israel sebagai anugerah. Dan mengekspos kebrutalan Iran setiap hari. Ada peluang pertempuran untuk mencapai tujuan ini," katanya mengacu pada 'mayoritas otomatis' yang melawan Israel di PBB.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dapat Konfirmasi Senat, Antony Blinken Resmi Jadi Menteri Luar Negeri AS
Dunia

Dapat Konfirmasi Senat, Anto..

27 Januari 2021 08:02
Perkuat Sektor Pertahanan, Kenya Borong 118 Kendaraan Militer Canggih Dari Turki
Dunia

Perkuat Sektor Pertahanan, K..

27 Januari 2021 07:52
Inggris Lampaui Angka 100 Ribu Kematian, Boris Johnson Sampaikan Rasa Sedihnya
Dunia

Inggris Lampaui Angka 100 Ri..

27 Januari 2021 07:44
Priti Patel Tangkis Pernyataan Mantan Pejabat Tinggi Soal Aturan Karantina Inggris
Dunia

Priti Patel Tangkis Pernyata..

27 Januari 2021 07:16
Perkuat Hubungan Diplomatik, Sudan Dan Israel Sepakat Bangun Kantor Kedutaan Dalam Waktu Dekat
Dunia

Perkuat Hubungan Diplomatik,..

27 Januari 2021 07:02
Iran Dan Rusia Makin Kompak, Teken Kerja Sama Keamanan Siber
Dunia

Iran Dan Rusia Makin Kompak,..

27 Januari 2021 06:48
Ketua Partai MHP Minta Joe Biden Tak Ulangi Kegagalan Donald Trump Di Turki
Dunia

Ketua Partai MHP Minta Joe B..

27 Januari 2021 06:37
Inggris Berkolaborasi Dengan UE Pastikan Rantai Pasokan Vaksin
Dunia

Inggris Berkolaborasi Dengan..

27 Januari 2021 06:27