PM Rama Hapus Perbatasan Albania-Kosovo Dan Serahkan Pelabuhan Durres, Serbia Pun Terbakar Cemburu

Perdana Menteri Albania Edi Rama/Net

Perdana Menteri Albania Edi Rama menegaskan rencana penghapusan perbatasan antara Kosovo dan negaranya agar bisa menggunakan pelabuhan bersama.

"Kosovo dan Albania bermaksud untuk menghapus perbatasan, sehingga Pelabuhan Durres Albania akan segera menjadi milik Kosovo secara de facto," ujar Rama, seperti dikutip dari N1, Sabtu (3/10).

Pelabuhan Paksa di Adriatik akan menjadi pelabuhan strategis bagi Albania dan Kosovo. Kemudian koridor digital Tirana - Pristina akan dibangun untuk teknologi 5G. 

"Kami akan segera menandatangani kesepakatan untuk memfasilitasi prosedur bea cukai antara kedua negara, yang akan membawa kami ke tujuan, yaitu mentransformasi Pelabuhan Durres menjadi pelabuhan de facto Kosovo," kata Rama.

Berbicara pada pertemuan pemerintah Albania dan Kosovo di Istana Kongres Tirana, pada Jumat (2/10), Rama mengatakan Tirana dan Pristina akan bekerja sama untuk memungkinkan kontrol perbatasan secara real time dan kerja sama lainnya.

Perjanjian bea cukai berikutnya diharapkan akan ditandatangani di Durres, seperti kerja sama jalur kereta api, dan pembangkit listrik tenaga air untuk Kosovo yang akan dibangun di Albania.

Namun, pernyataan Rama mendapat tanggapan keras dari Menteri Pertahanan Serbia Aleksandar Vulin yang menganggapkan hal itu semakin mempertajam perpecahan. Vulin menuduh Rama berusaha menciptakan Albania Raya yang, menurutnya, Uni Eropa tidak akan berbuat apa-apa.
Kosovo mendeklarasikan kemerdekaannya dari Serbia pada 2008, dengan sebagian besar negara anggota PBB mengakuinya sebagai negara otonom yang terpisah dari tetangganya.

Beograd, bagaimanapun, menyatakan itu adalah provinsi yang memisahkan diri dan telah bekerja untuk mengembalikan pengakuan. 

Vulin menggunakan kata yang merendahkan orang Albania. Ia mengatakan bahwa pejabat dari Tirana dan Pristina selalu  mengulangi kebohongan bahwa Albania Besar adalah Albania yang alami dan bahwa semua orang Serbia yang tinggal di satu negara bagian merupakan ancaman bagi perdamaian.

Vulin mengungkapkan, Albania mendukung perpecahan negara dan bangsa di Balkan. Albania telah membuat bencana. Bagi Vulin, hanya orang Serbia yang bersatu yang dapat menghentikannya.
“Semakin cepat kita bersatu secara institusional, semakin cepat waktu perdamaian akan dimulai di Balkan,” katanya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dapat Konfirmasi Senat, Antony Blinken Resmi Jadi Menteri Luar Negeri AS
Dunia

Dapat Konfirmasi Senat, Anto..

27 Januari 2021 08:02
Perkuat Sektor Pertahanan, Kenya Borong 118 Kendaraan Militer Canggih Dari Turki
Dunia

Perkuat Sektor Pertahanan, K..

27 Januari 2021 07:52
Inggris Lampaui Angka 100 Ribu Kematian, Boris Johnson Sampaikan Rasa Sedihnya
Dunia

Inggris Lampaui Angka 100 Ri..

27 Januari 2021 07:44
Priti Patel Tangkis Pernyataan Mantan Pejabat Tinggi Soal Aturan Karantina Inggris
Dunia

Priti Patel Tangkis Pernyata..

27 Januari 2021 07:16
Perkuat Hubungan Diplomatik, Sudan Dan Israel Sepakat Bangun Kantor Kedutaan Dalam Waktu Dekat
Dunia

Perkuat Hubungan Diplomatik,..

27 Januari 2021 07:02
Iran Dan Rusia Makin Kompak, Teken Kerja Sama Keamanan Siber
Dunia

Iran Dan Rusia Makin Kompak,..

27 Januari 2021 06:48
Ketua Partai MHP Minta Joe Biden Tak Ulangi Kegagalan Donald Trump Di Turki
Dunia

Ketua Partai MHP Minta Joe B..

27 Januari 2021 06:37
Inggris Berkolaborasi Dengan UE Pastikan Rantai Pasokan Vaksin
Dunia

Inggris Berkolaborasi Dengan..

27 Januari 2021 06:27