Lima Tahun Intervensi Rusia Di Suriah, Bashar Al Assad Apresiasi Kehadiran Militer Vladimir Putin

Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden Suriah, Bashar al Assad/Net

Suriah dan Rusia memperingati lima tahun intervensi Moskow di wilayah tersebut. Presiden Suriah, Bashar al Assad membela keberadaan militer Rusia di wilayahnya.

Assad mengatakan, keberadaan dua pangkalan utama Rusia di Suriah membantu untuk melawan kehadiran militer Barat yang didominasi Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut, di samping mendukung penghancuran pemberontak.

"Keseimbangan militer global ini membutuhkan peran Rusia. Ini membutuhkan pangkalan (militer), kami mendapat keuntungan dari ini," ujar Assad dalam wawancara dengan saluran TV Kementerian Pertahanan Rusia, Zvezda.

Di samping pangkalan Hmeimim, tempat Rusia melancarkan serangan udara untuk mendukung Assad, Moskow juga mengontrol fasilitas angkatan laut Tartus di Suriah, satu-satunya pijakan angkatan laut di Mediterania, yang digunakan sejak zaman Uni Soviet.

Assad menuturkan, sebelum adanya intervensi Rusia, pasukannya telah menghadapi situasi berbahaya dengan oposisi bersenjata yang secara langsung didanai dan diperlengkapi oleh Washington dan kekutan Barat, bersama Arab Saudi dan Qatar.

Namun dengan kekuatan besar milik Moskow dan dukungan milisi dari Iran, ia mengatakan Suriah mendapatkan kembali sebagian besar wilayah yang hilang dalam konflik selama satu dekade itu.

Sejak 2015, Rusia di bawah pemerintahan Presiden Vladimir Putin melakukan intervensi dan melancarkan serangan udara di Suriah. Moskow memperkuat kehadiran militer permanennya pada 2017, menyusul kesepakatan dengan pemerintah di Damaskus.

Sebuah dokumen pemerintah Rusia yang diterbitkan Agustus lalu menunjukkan bahwa pihak berwenang Suriah telah setuju untuk memberi Rusia tambahan tanah dan perairan pesisir untuk memperluas pangkalan udara militernya di Hmeimim.

Di sisi lain, AS dan para pendukung oposisi Suriah mengatakan, serangan udara Rusia di wilayah Suriah merupakan kejahatan perang yang bertanggung jawab atas jutaan pengungsi dan ribuan warga sipil.

Baik, Rusia dan Suriah menyangkal klaim tersebut sembari mengatakan serangan dilakkukan dengan memperhatikan warga sipil.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi Salah Satu Negara Prioritas China Untuk Pengiriman Vaksin Covid-19
Dunia

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi ..

26 November 2020 17:44
Keluarga Kerajaan Swedia Diserang Virus Corona, Pangeran Carl Philip dan Istri Positif Covid-19
Dunia

Keluarga Kerajaan Swedia Dis..

26 November 2020 17:25
Konflik Tigray, PM Abiy Ahmed: Gerbang Perdamaian Untuk TPLF Telah Ditutup Rapat
Dunia

Konflik Tigray, PM Abiy Ahme..

26 November 2020 17:06
Australia Pecat 10 Tentara Atas Laporan Pembunuhan Ilegal Di Afganistan
Dunia

Australia Pecat 10 Tentara A..

26 November 2020 16:42
Tiba Di Korsel, Menlu China Bahas Hubungan Kedua Negara Hingga Nuklir
Dunia

Tiba Di Korsel, Menlu China ..

26 November 2020 15:50
Pandemi Belum Reda, Jerman Perpanjang Pembatasan Covid-19 Hingga Awal Januari 2021
Dunia

Pandemi Belum Reda, Jerman P..

26 November 2020 15:36
WHO Peringatkan Bahaya 'Infodemik' Yang Disebar Ahli Teori Konspirasi
Dunia

WHO Peringatkan Bahaya 'Info..

26 November 2020 15:25
Siap Masuk Brasil, Perusahaan Vaksin Pfizer Sudah Kirim Hasil Tes
Dunia

Siap Masuk Brasil, Perusahaa..

26 November 2020 14:41