Ada Ancaman Rusia Dan China, Denmark Ingin Pasang Radar NATO Di Kepulauan Faroe

Kepulauan Faroe/Net

Pemerintah Denmark tengah menjajaki rencana untuk menempatkan radar NATO di Kepulauan Faroe seiring dengan meningkatnya ancaman dari Rusia dan China.

Rencana tersebut dilaporkan tengah dibahas oleh Partai Venstre dari Denmark yang liberal-konservatif dan Partai Unionis dari Kepulauan Faroe.

Nantinya, radar tersebut akan berada di bawah naungan NATO dan zona perdagangan bebas dengan Uni Eropa. Sehingga akan memperkecil kemungkinan adanya "lubang" di wilayah udara kepulauan tersebut yang kerap dilintasi oleh Rusia.

"Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melihat peningkatan penerbangan Rusia di Atlantik Utara. Penerbangan Rusia menguji kesiapan NATO dan telah berulang kali melanggar wilayah udara persemakmuran," ujar jurubicara kebijakan luar negeri partai liberal, Michael Aastrup Jensen, seperti dikutip Sputnik.

"Oleh karena itu, kami harus bereaksi terhadap peningkatan volume penerbangan Rusia dan memastikan bahwa kami memiliki kesempatan yang tepat untuk mematau wilayah udara," tambahnya.

Untuk mencapai rencana tersebut, Kepulauan Faroe harus terlebih dulu dibebaskan dari ketergantungan pada Rusia dalam hal perdagangan. Caranya dengan embuat perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa, antara lain ekspor salmon yang mencapai sekitar 50 persen dari total ekspor kepulauan tersebut, di mana Rusia adalah importir utamanya.

Menteri Luar Negeri Denmark Jeppe Kofod dari Sosial Demokrat yang berkuasa telah didesak untuk mempercepat kerja pada perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa.

Perjanjian sangat diperlukan mengingat sebelumnya blok tersebut telah memboikot Kepulauan Faroe pada 2013 karena ketidaksepakatan mengenai kuota.

Alhasil, Kepulauan Faroe mempertahankan ekspor ikan yang besar ke Rusia dan bergantung pada pasar ini karena mereka tidak dapat menjual ikannya di pasar Uni Eropa.

"Sekarang kita berada di persimpangan jalan di mana ekspor Faroe ke Rusia bisa menjadi daerah yang rentan dan titik tekanan. Oleh karena itu, keputusan radar tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus ditindaklanjuti dengan tekanan yang meningkat pada Uni Eropa untuk perjanjian perdagangan bebas, antara Kepulauan Faroe dan Uni Eropa," ujar  Michael Aastrup Jensen.

Selain untuk melindungi Kepulauan Faroe dari ancaman Rusia, radar tersebut juga berusaha untuk melawan ancaman China.

Saat ini, China dilaporkan berusaha untuk menekan pemerintah Faroe untuk membeli peralatan 5G China kecuali jika mereka ingin kehilangan ekspor salmon mereka ke China.

Kepulauan Faroe yang terletak di Samudra Atlantik Utara merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark sejak 1948, bersama dengan Greeland.

Kepulauan ini mengalami kesulitan ekonomi yang besar setelah runtuhnya industri perikanan pada awal 1990-an, dan sejak itu berusaha untuk mendiversifikasi ekonomi.

Meski keduanya bagian dari Kerajaan Denmark, namun pengaruh Amerika Serikat (AS) juga besar. Tahun lalu, Presiden Donald Trump bahkan menyiarkan proposal yang mengejutkan untuk membeli Greenland dari Denmark karena alasan strategis.

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Presiden Armenia Minta Rakyat Bisa Saling Bergandengan Tangan Hadapi Situasi Pasca Perang
Dunia

Presiden Armenia Minta Rakya..

05 Desember 2020 17:27
Beri Contoh Pada Rakyatnya, Erdogan Siap Disuntik Vaksin Covid-19
Dunia

Beri Contoh Pada Rakyatnya, ..

05 Desember 2020 17:05
Ajudan Senator Republik Georgia Tewas Dalam Kecelakaan Mobil Beruntun, Mike Pence Berduka: Dia Pemuda Yang Luar Biasa
Dunia

Ajudan Senator Republik Geor..

05 Desember 2020 16:47
Undang Aktivis Pro-Demokrasi, Politisi Denmark Kena Amukan China: Jangan Ikut Campur Urusan Hong Kong!
Dunia

Undang Aktivis Pro-Demokrasi..

05 Desember 2020 16:34
Badan Keamanan Lebanon Ungkap Rencana Pembunuhan Sejumlah Tokoh Masyarakat
Dunia

Badan Keamanan Lebanon Ungka..

05 Desember 2020 15:37
Penemuan Luar Biasa Dari Penggalian Kota Pompeii: Harta Karun Orang Romawi Terkaya Bernama Quintus Poppaeus
Dunia

Penemuan Luar Biasa Dari Pen..

05 Desember 2020 15:16
Perang Telah Berakhir, Namun Perjuangan Melawan Stres Pasca-Trauma Baru Saja Dimulai
Dunia

Perang Telah Berakhir, Namun..

05 Desember 2020 14:46
Belasan Penambang Terjebak Tanah Longsor Di Tambang Emas Ilegal Nikaragua
Dunia

Belasan Penambang Terjebak T..

05 Desember 2020 13:48