Menlu Pompeo: AS Telah Bangun, Trump Tak Akan Biarkan Partai Komunis China Kendalikan Dunia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo/Net

China sudah berani mengerahkan lebih dari 60 ribu pasukan Tentara Pembebasan Rakyar di perbatasan utara India. Beijing juga semakin aktif di kawasan Indo-Pasifik. Untuk itu, Kelompok Quad harus semakin berhati-hati.

Begitu peringatan yang disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo menjelang pertemuan kelompok Quad yang terdiri dari rekan-rekannya dari Jepang, India, dan Australia pada Selasa (13/10).

Pertemuan di Tokyo itu merupakan pembicaraan tatap muka pertama empat menlu Quad sejak pandemi Covid-19. Pertemuan sendiri berlandaskan pada perilaku militer China yang semakin agresif di Indo-Pasifik, Laut China Selatan, dan sepanjang Garis Kontrol Aktual di Ladakh.

"Orang India melihat 60 ribu tentara China di perbatasan utara mereka," kata Pompeo dalam sebuah wawancara yang dikutip India Times pada Sabtu (10/10).

Pompeo menyebut, Quad adalah empat negara demokrasi besar, empat ekonomi kuat, dan empat negara yang melihat ancaman nyata dari Partai Komunis China.

"Mereka melihat, orang-orang dari negara (Quad) memahami bahwa kita semua tidur telalu lama. Selama beberapa dekade, Barat mengizinkan Partai Komunis China menginjak-injak kami. Pemerintahan sebelumnya bertekuk lutut, terlalu sering mengizinkan China untuk mencuri kekayaan intelektual kami dan jutaan lapangan pekerjaan yang menyertainya," terang Pompeo.

Dalam wawancara lain, Pompeo mengurai, pertemuan Quad bertujuan untuk merumuskan tindakan balasan untuk melawan Partai Komunis China.

"Dunia telah terbangun. Gelombang mulai berbalik. Dan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Trump kini telah membangun koalisi yang akan melawan ancaman tersebut dan menjaga ketertiban yang baik, supremasi hukum, dan kesopanan dasar yang datang dari demokrasi yang mengendalikan dunia dan bukan rezim otoriter," tuturnya.

Pada wawancara dengan Fox News, Pompeo mengatakan, pemerintahan Trump saat ini mulai membangun struktur dan sekutu serta koalisi untuk melawan China.

"Lihat, mereka (China) telah menumpuk 60 ribu tentara melawan orang India di utara. Ketika orang Australia memiliki keberanian untuk meminta penyelidikan virus Wuhan dan di mana mulainya, sesuatu yang kita ketahui banyak, Partai Komunis China mengancam mereka. Mereka menindas (Australia)," kata Pompeo.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01
Jepang Dalam Mode Siaga Tinggi, Temukan Kasus Varian Baru Tanpa Riwayat Perjalanan Ke Inggris
Dunia

Jepang Dalam Mode Siaga Ting..

19 Januari 2021 13:26
Klaim Tak Punya Kasus Virus Corona, Turkmenistan Jadi Negara Asia Tengah Pertama Yang Daftarkan Vaksin Rusia
Dunia

Klaim Tak Punya Kasus Virus ..

19 Januari 2021 13:22
Imbauan Carrie Lam: Sebaran Covid-19 Tidak Berhubungan Dengan Ras Atau Etnis
Dunia

Imbauan Carrie Lam: Sebaran ..

19 Januari 2021 13:04
Tidak Bijak Bagi Joe Biden Untuk Mengubur Pencapaian Manis Donald Trump Atas Korea Utara
Dunia

Tidak Bijak Bagi Joe Biden U..

19 Januari 2021 12:38
Pemilu Palestina, PM Mohammed Shtayyeh Minta Uni Eropa Kirim Pengamat Independen
Dunia

Pemilu Palestina, PM Mohamme..

19 Januari 2021 12:15
Kecewa Dengan UE, Kosovo Putuskan Untuk Ambil Sikap Dalam Waktu Dekat
Dunia

Kecewa Dengan UE, Kosovo Put..

19 Januari 2021 11:49
Jepang: Tuntutan Kompensasi Korsel Atas Korban Jugun Ianfu Merusak Hubungan
Dunia

Jepang: Tuntutan Kompensasi ..

19 Januari 2021 11:37