Soal Klaim Anwar Ibrahim, PM Muhyiddin Yassin Pasrahkan Pada Yang Di-Pertuan Agong

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin/Net

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin telah "pasrah" pada keputusan Yang di-Pertuan Agong terkait dengan klaim pemimpin oposisi Anwar Ibrahim yang menyatakan telah memiliki mayoritas dukungan parlemen untuk membentuk pemerintahan baru.

Berbicara dalam konferensi pers virtual yang digelar pada Selasa (13/10), Muhyiddin mengaku fokusnya saat ini adalah penanganan pandemi Covid-19 dan dampaknya terhadap ekonomi.

"Saya tidak mau berkomentar mengenai perbuatan Anwar di istana," kata Muhyiddin, merujuk pada pertemuan Anwar dengan Yang di-Pertuan Agong pada Selasa pagi.

"Sejauh yang saya ketahui, saya serahkan penilaian terbaik dari Agong. Menurut saya, Agong adalah orang yang paling terpelajar dan berkualitas. Dia memiliki caranya sendiri dalam melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan konstitusi," tambahnya.

Sebelumnya, pada Selasa pukul 2 siang waktu setempat, Anwar mengumumkan telah bertemu dengan Yang di-Pertuan Agong Raja Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah untuk memberikan bukti dukungan parlemen kepadanya untuk menjadi perdana menteri.

Meski begitu, istana menyebut, Anwar hanya menyebutkan jumlah anggota parlemen yang diklaim mendukungnya, tanpa menunjukkan daftar nama.

Menanggapi hal tersebut, kepala informasi Partai Pribumi Bersatu (Bersatu), Wan Saiful Wan Jan mengatakan bahwa Anwar telah berbohong karena klaimnya tidak memberikan bukti.

Dalam pernyataannya, Wan Saiful menyarankan agar Anwar untuk pensiun dari politik jika hanya sebatas strategi putus asa.

"Jelas hari ini bahwa Tan Sri Muhyiddin Yassin masih mendapat dukungan untuk terus memimpin pemerintahan Perikatan Nasional," ujarnya.

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Diduga Terkait Dengan Tentara Pembebasan Rakyat, Dua Perusahaan Raksasa China Masuk Daftar Hitam AS
Dunia

Diduga Terkait Dengan Tentar..

30 November 2020 13:00
Kembali Ke Pangkuan Azerbaijan, Butuh Milyaran Dolar Untuk Membangun Agdam 'Hiroshima di Kaukasus'
Dunia

Kembali Ke Pangkuan Azerbaij..

30 November 2020 12:54
China Akan Bangun Megaproyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Di Sungai Yarlung Tsangpo Tibet
Dunia

China Akan Bangun Megaproyek..

30 November 2020 12:44
Kemenhan Rusia: Rumah Sakit Lapangan Telah Tersedia Di Nagorno-Karabakh
Dunia

Kemenhan Rusia: Rumah Sakit ..

30 November 2020 12:32
Dihantam Pajak Impor Baru Oleh China, Dunia Menanti Reaksi Australia
Dunia

Dihantam Pajak Impor Baru Ol..

30 November 2020 11:56
Presiden Brasil: Sumber Yang Saya Miliki Tunjukkan Adanya Banyak Kecurangan Dalam Pilpres AS
Dunia

Presiden Brasil: Sumber Yang..

30 November 2020 11:42
Kedapatan Langgar Embargo Senjata Libya, Turki Harus Hadapi Sanksi Baru Dari Uni Eropa
Dunia

Kedapatan Langgar Embargo Se..

30 November 2020 11:20
Kasus Masih Tinggi, New York Bersiap Buka Kembali Sekolah Tatap Muka Pekan Depan
Dunia

Kasus Masih Tinggi, New York..

30 November 2020 11:10