Di Balik Sedapnya Aroma Kopi Kolombia

Cafe de Colombia adalah segel yang diberikan untuk produk kopi buatan Kolombia/Net

Kolombia dan kopi adalah dua hal yang sulit dilepaskan. Kolombia merupakan salah satu negara yang memiliki biji kopi terbaik di dunia.

Colombia bean
atau biji kopi Kolombia terkenal memiliki memiliki rasa serta aroma yang kuat dan khas. Tidak salah jika pemerintah Kolombia pun membanggakan produksi dalam negerinya tersebut.

Melalui situs resminya, colombia.co, dijelaskan bahwa kopi Kolombia terkenal di dunia karena rasanya dan aroma lembut namun kaya.

Lantas apa rahasia di balik aroma dan rasa kopi Kolombia yang sedap?

Ada banyak faktor. Namun salah satu yang tidak bisa dipungkiri adalah faktor geografi. Biji kopi di Kolombia tumbuh paling baik di tanah vulkanik, pada ketinggian 1.200 hingga 1.800 meter, di tempat-tempat yang bebas es tetapi menerima curah hujan sekitar 80 inci setahun.

"Rahasia sukses kami lainnya adalah biji kopi kami. Jenis kopi terbaik di dunia adalah cofea arabica (arabica) dan cofea canephora (robusta) dan semua orang tahu arabika memiliki rasa terbaik," begitu bunyi keterangan di situs resmi pemerintah Kolombia.

"Kita mungkin agak bias di sana tapi petunjuknya ada pada namanya, robusta lebih murah, mengandung lebih banyak kafein dan memiliki hasil yang lebih besar. Kopi Kolombia adalah 100 persen arabika," sambung keterangan yang sama.

Aroma dan rasa kopi Kolombia yang sangat kuat dan khas tidak jarang memikat siapapun yang menyeruputnya. Tidak terkecuali Dutabesar RI Untuk Kolombia Priyo Iswanto.

Kecintaanya pada kopi Kolombia dia utarakan dalam program RMOL World View bertajuk "Kolombia-Indonesia, 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat" yang dilaksanakan oleh Kantor Berita Politik RMOL.ID pada Rabu malam (15/10).

"Kopi Kolombia ini alamnya memang cocok untuk kopi arabika. Keunggulannya ada pada aroma dan keasamannya atau mild-nya sedang," ujar Priyo.

"Tidak heran jika kopi Kolombia sangat disenangi dunia dan bisa jadi bahan campuran atau blending," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa di balik tenarnya kopi Kolombia di ranah internasional, ada sistem manajemen dan produksi yang baik.

"Di sini (Kolombia), dari sisi manajemen ada pembentukan federasi nasional petani Kolombia yang sudah dibangun sejak tahun 1927," ujarnya.

Prio menjelaskan, tugas utama federasi itu antara lain adalah menstabilkan harga, memberikan jaminan kepada petani dan memastikan bahwa petani mendapat keuntungan dengan sistem yang transparan dan penjualan yang baik.

"Bukan hanya itu, federasi ini juga menyediakan pembaruan yang kompetitif dan sustainable serta konsisten mempertahankan keunggulan yang dapat menjadi daya saing," ungkap Priyo.

Bukan hanya itu, hal lain yang dilakukan federasi tersebut adalah mendorong promosi dan branding.

"Branding yang dilakukan itu bukan hanya di luar (negeri) tapi juga di dalam (negeri). Warga Kolombia bangga dengan kopi mereka. Warga Kolombia pun gemar minum kopi produksi dalam negeri," paparnya.

"Mereka (federasi kopi) juga bahkan membuat seal nasional dalam kerangka branding, yakni seal 'Cafe de Colombia'. Ini brand bahwa kopi ini produk Kolombia," sambung Priyo.

Hal lain yang juga menarik dari kopi Kolombia adalah proses produksinya.

"Di tengah kemajuan teknologi seperti saat ini, mereka (Kolombia) mempertahankan budaya panen kopi secara manual. Ketika negara lain panen dengan mesin, Kolombia memanen dengan tangan agar mempertahankan kualitas biji kopi mereka, sehingga aroma dan kualitas terjamin," terang Priyo.

Penjelasan Priyo pun tidak berbeda dari apa yang dipromosikan oleh pemerintah Kolombia. Melalui situs colombia.co, dijelaskan bahwa panen kopi yang dilakukan oleh Kolombia mengubah permainan.

"Beberapa negara menyukai pemetikan, yang berarti menarik semua biji kopi dari cabang sekaligus, biasanya dengan mesin. Di Kolombia yang bergunung-gunung, norma kami adalah 'memetik ceri' atau memilih hanya ceri yang matang sepenuhnya," begitu bunyi keterangan tersebut.

"Pemetik kopi kami memeriksa satu pohon setiap 10 hari atau lebih dan pemetik yang baik dapat memanen hingga 90 kilogram ceri merah matang sehari dengan cara itu, (dengan cara yang sama) sekitar 18 kilogram biji kopi," sambung keterangan yang sama.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Kudeta Myanmar, Paus: Semoga Kaum Muda Di Negeri Tercinta Itu Diberikan Harapan Masa Depan
Dunia

Kudeta Myanmar, Paus: Semoga..

04 Maret 2021 13:23
AS Puji Rencana Jerman Kerahkan Kapal Perang Ke Laut China Selatan
Dunia

AS Puji Rencana Jerman Kerah..

04 Maret 2021 12:58
Houthi Serang Fasilitas Saudi Aramco Di Jeddah
Dunia

Houthi Serang Fasilitas Saud..

04 Maret 2021 12:40
Facebook Sapu Bersih Akun Terkait Militer Thailand Yang Pengaruhi Informasi
Dunia

Facebook Sapu Bersih Akun Te..

04 Maret 2021 12:31
Demi Palestina, Pemerintah Denmark Didesak Tak Beli Vaksin Dari Israel
Dunia

Demi Palestina, Pemerintah D..

04 Maret 2021 11:58
Kelompok Hamas Sambut Baik Penyelidikan ICC Atas Kejahatan Perang Di Palestina
Dunia

Kelompok Hamas Sambut Baik P..

04 Maret 2021 11:53
Militan Pendukung Trump Ancam Serang Capitol Hill, DPR Batal Rapat
Dunia

Militan Pendukung Trump Anca..

04 Maret 2021 11:42
AS Menentang Upaya Penyelidikan ICC Atas Kejahatan Perang Israel Di Palestina
Dunia

AS Menentang Upaya Penyelidi..

04 Maret 2021 11:19