Jalan Panjang Menuju Perdamaian, India-Pakistan Tegas Enggan Berunding

Bendera Pakistan dan India/Net

Permusuhan antara India dan Pakistan atas berbagai masalah tidak mudah untuk diselesaikan. Rencana pembicaraan damai pun tampaknya sulit dicapai dengan prinsip masing-masing negara.

Dalam sebuah wawancara pada pekan lalu, penasihat keamanan nasional Pakistan yang baru ditunjuk, Moeed Yusuf mengklaim bahwa India ingin perundingan kedua negara dimulai kembali.

Namun Yusuf memberikan lima prasyarat jika India ingin melakukan perundingan dengan Pakistan, termasuk menghadirkan warga Kashmir sebagai pihak ketiga.

Diminta menanggapi pernyataan Yusuf, jurubicara Kementerian Luar Negeri India, Anurag Srivastava mengatakan pihaknya tidak pernah mengirimkan pesan untuk mengajak berunding kepada Pakistan.

"Tidak ada pesan seperti itu yang dikirim dari pihak kami," tegas Srivastava pada Kamis (15/10), seperti dikutip Sputnik.

"Pernyataan yang dibuat olehnya (Yusuf) bertentangan dengan fakta di lapangan, menyesatkan dan fiktif," tambahnya.

Srivastava menambahkan, itu adalah upaya lain Pakistan untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan Islamabad dan menyesatkan konstituen domestiknya dengan menarik India menjadi berita utama setiap hari.

Menjelaskan posisi New Delhi, Srivastava mengatakan, Pakistan terus mendorong, membantu, dan mendukung terorisme lintas batas. Selain itu, kepemimpinannya terus melakukan pidato kebencian, provokatif, dan tidak pantas terhadap India.

"Dukungan untuk terorisme terhadap India dan penggunaan bahasa yang menghina dan kasa membuat hubungan bertetangga menjadi tidak kondusif," kata Srivastava.

Hubungan antara India dan Pakistan telah kacau balau sejak kedua negara memperoleh kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Inggris pada 1947, dan Kashmir selalu menjadi pusat perselisihan mereka.

Kontak politik terakhir antara India dan Pakistan terjadi pada Mei 2014, ketika Perdana Menteri India Narendra Modi dan mitranya dari Pakistan Nawaz Sharif mengadakan pembicaraan di New Delhi. Sharif telah diundang untuk menghadiri upacara pelantikan Modi sebagai perdana menteri India.

Pada 2015, Modi melakukan kunjungan mendadak ke kota Lahore Pakistan dalam perjalanan kembali dari Afghanistan pada hari ulang tahun Sharif dan pernikahan cucunya.

Setelah itu, Islamabad menangguhkan hubungan diplomatik, perdagangan dan komunikasi dengan New Delhi setelah India mencabut status khusus yang dinikmati oleh Jammu dan Kashmir berdasarkan Pasal 370 pada Agustus 2019.

Kolom Komentar


Video

Pendemi Covid-19, Ilhami Sari Rogo Wujudkan Agrowisata Unila dan Hortipark Pesawaran

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Kasus Foto Satir Makin Panas, Scott Morrison Menulis Di WEChat Tenangkan Komunitas China Di Australia
Dunia

Kasus Foto Satir Makin Panas..

02 Desember 2020 07:02
Kapal Oruc Reis Kembali Ke Pelabuhan, Turki Siap Berdialog Dengan Yunani
Dunia

Kapal Oruc Reis Kembali Ke P..

02 Desember 2020 06:47
China Tanggapi Laporan NATO Tentang Kebangkitan Militernya: Kami Siap Berdialog!
Dunia

China Tanggapi Laporan NATO ..

02 Desember 2020 06:22
Pakistan Mantap Borong Drone Buatan Turki Setelah Melihat Kemenangan Azerbaijan Di Nagorno-Karabakh
Dunia

Pakistan Mantap Borong Drone..

02 Desember 2020 06:03
Muncul Kluster Baru Di Seoul, 163 Orang Dinyatakan Positif Terinfeksi Covid-19
Dunia

Muncul Kluster Baru Di Seoul..

02 Desember 2020 00:17
Soal Rencana Pembelajaran Tatap Muka, IDAI Tekankan Pentingnya Utamakan Kesehatan Anak
Dunia

Soal Rencana Pembelajaran Ta..

01 Desember 2020 23:05
Bak Romeo Dan Juliet, Pasutri Di Michigan Meninggal Dunia Bersamaan Karena Covid-19
Dunia

Bak Romeo Dan Juliet, Pasutr..

01 Desember 2020 17:31
Taiwan Larang Sementara Pekerja Asal Indonesia Memasuki Negaranya Selama Dua Pekan, Berlaku Mulai 4 Desember
Dunia

Taiwan Larang Sementara Peke..

01 Desember 2020 16:54