Dengan Topi Merah Jambu, Ribuan Perempuan Gelar Pawai Anti-Trump

Para perempuan melakukan pawai anti-Trump di beberapa penjuru Amerika Serikat pada Sabtu, 17 Oktober 2020/Net

Ribuan perempuan turun ke jalan-jalan di seluruh Amerika Serikat (AS). Mereka menyerukan agar tim petahana, Presiden Donald Trump dan Wakil Presiden Mike Pence untuk keluar dari pemilihan presiden.

Para perempuan yang banyak mengenakan topi berwarna merah jambu itu melakukan aksi unjuk rasa di berbagai penjuru negeri pada Sabtu (17/10).

Lebih dari 100 ribu orang ikut dalam sekitar 430 aksi pawai dari New York ke Los Angeles dan Chicago ke Fort Lauderdale, Florida.

Dimuat AFP, mereka bertujuan untuk mengirimkan 5 juta pesan kepada para pemilih di AS menjelang pemilihan presiden pada 3 November.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa juga memberikan penghormatan kepada mendiang hakim Mahkamah Agung, Ruth Bader Ginsburg yang menjadi ikon bagi perempuan progresif. Mereka juga memprotes keputusan Trump untuk memilih Amy Coney Barrett sebagai pengganti Ginsburg.

Rute pawai di Washington dimulai di dekat Gedung Putih sebelum menuju ke US Capitol dan gedung Mahkamah Agung, di mana sebuah protes tandingan "I'm With Her" yang lebih kecil diadakan.

Sebagian besar demonstran di Washington mengenakan masker untuk membendung penyebaran Covid-19. Beberapa demonstran juga menggunakan berpakaian seperti Ginsburg dalam jubah hitam dengan kerah renda putih, dan banyak yang mengenakan topi rajutan merah jambu.

Kostum itu diketahui mengikuti karakter dalam novel distopia dan serial teleisi The Handmaid's Tale, di mana perempuan dipaksa untuk melahirkan anak-anak.

Tanda dan spanduk menggarisbawahi pesan anti-Trump juga banyak dibawa oleh para pengunjuk rasa.

"Trump / Pence: Out Now," begitu pesan tersebut.

Di New York, sekitar 300 orang berkumpul di Manhattan's Washington Square, banyak dengan topi merah jambu dan tanda-tanda yang mendukung lawan Trump, Joe Biden dari Partai Demokrat, atau menghormati Ginsburg. Itu adalah salah satu dari lima pawai terpisah di kota.

"Sangat penting untuk berada di sini dan mencoba mendorong orang-orang untuk memilih mengeluarkan Trump dan kebijakan misoginisnya, terutama sekarang, dengan Covid, ketika banyak orang diisolasi," kata Yvonne Shackleton, seorang ibu berusia 47 tahun.

Sejumlah orang serupa berkumpul di Brooklyn, kampung halaman Ginsburg.

"Ruth Mengirim Kami," menjadi pesan yang disampaikan oleh mereka.

"Saya di sini karena sangat penting bahwa orang memilih dan saya memberi tahu orang-orang untuk memilih Biden dan (cawapres Kamala) Harris karena Trump telah menjadi bencana bagi negara kami," kata Wendy Sacks, yang berusia 67 tahun.

Pengunjuk rasa bertopeng berbaris di Chicago dengan pesan yang sama, menabuh genderang dan meneriakkan untuk kekalahan Trump.

Dukungan Trump dari kaum perempuan telah menurun tajam, terutama di antara mereka yang tinggal di pinggiran kota.

Jajak pendapat dari Washington Post/ABC News baru-baru ini menujukkan, Biden mengalahkan Trump dengan 23 poin untuk pemilih perempuan di AS.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Izzat al-Douri Si Manusia Es Tangan Kanan Mendiang Saddam Hussein Dan Buronan AS, Meninggal Dunia
Dunia

Izzat al-Douri Si Manusia Es..

27 Oktober 2020 06:59
Dewan Muslim: Islam Tidak Sedang Dianiaya Di Prancis, Mereka Bebas Jalankan Ibadah
Dunia

Dewan Muslim: Islam Tidak Se..

27 Oktober 2020 06:49
Kim Jong Un: Kemenangan Besar Yang Diraih DPRK dan China Adalah Takdir Mereka Sebagai Satu Kesatuan Suka Dan Duka
Dunia

Kim Jong Un: Kemenangan Besa..

27 Oktober 2020 06:39
Serukan Boikot Produk Prancis, Presiden Erdogan Dikeroyok Pemimpin Senior Uni Eropa
Dunia

Serukan Boikot Produk Pranci..

27 Oktober 2020 06:15
Dukung Aksi Pembunuhan Samuel Paty Sebagai Konsekuensi Hina Nabi, Anggota Parlemen Tunisia Dituntut Mundur
Dunia

Dukung Aksi Pembunuhan Samue..

27 Oktober 2020 05:49
Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02