Pengamat: Meningkatnya Kehadiran Tentara Pembebasan Rakyat Di Perbatasan Jadi Bukti China Siap Menginvasi Taiwan

Tentara Pembebasan Rakyat China/Net

Meningkatnya kehadiran Tentara Pembebasan Rakyat atau People's Liberation Army (PLA) di pantai tenggara China kemungkinan merupakan persiapan yang dilakukan Beijing untuk menginvasi Taiwan.

Demikian hasil analisis gambaran satelit yang diambil oleh Kanwa Defense Review yang berbasis di Kanada. Lembaga tersebut mengatakan, saat ini terjadi pengembangan kekuatan di pangkalan Korps Marinir dan Pasukan Roket China di Fujian dan Guangdong.

"Setiap brigade kekuatan roket di Fujian dan Guangdong sekarang dilengkapi dengan peralatan lengkap," kata Kanwa Defense Review dalam laporannya, seperti yang dikutip oleh South China Morning Post, Minggu (18/10).

"Ukuran beberapa pangkalan rudal di komando teater Timur dan Selatan bahkan berlipat ganda dalam beberapa tahun terakhir, menunjukkan PLA meningkatkan persiapan untuk perang yang menargetkan Taiwan," lanjut laporan itu.

Berdasarkan sumber yang dikutip SCMP, Beijing juga tengah memperkuat dan memodernisasi peralatan senjata militernya di perbatasan tersebut.

"Rudal hipersonik DF-17 secara bertahap akan menggantikan DF-11 dan DF-16 lama yang lama dikerahkan di wilayah tenggara selama beberapa dekade," ujar sumber tersebut.

"Rudal baru memiliki jangkauan yang lebih jauh dan mampu mencapai target dengan lebih akurat," tambahnya.

Informasi mengenai kemungkinan penyebaran rudal hipersonik muncul di tengah ketegangan yang meningkat antara China dan AS, dengan masalah yang berkaitan dengan perselisihan mengenai Taiwan dan pandemi Covid-19.

Dilaporkan Xinhua, pada Selasa (13/10), Presiden Xi Jinping telah menginstruksikan pasukannya untuk mempersiapkan perang ketika mengunjungi pangkalan militer di provinsi selatan Guangdong.

Selama pemeriksaan Korps Marinir PLA di Kota Chaozhou, Xi juga mengatakan kepada para tentara untuk menjaga keadaan siaga tinggi dan meminta mereka untuk benar-benar setia.

Meskipun Taiwan tidak pernah dikendalikan oleh Beijing, namun China bersikeras bahwa pulau tersebut adalah bagian integral dari wilayahnya. Xi juga menegaskan akan menggunakan kekuatan militer untuk terus mempertahankan Taiwan.

Dalam beberapa tahun terakhir, China juga telah meningkatkan latihan militer di sekitar Taiwan. Sebanyak hampir 40 pesawat tempur China melintasi garis median antara daratan dan Taiwan pada 18 hingga 19 September. Insiden tersebut langsung dipandang sebagai ancaman nyata oleh Taiwan.

Meningkatnya kekuatan China di perbatasan Taiwan juga membuat pulau itu berusaha memperkuat diri dengan membangun dan membeli berbagai senjata mutakhir.

Sebuah paket senjata sistem pertahanan rudal juga saat ini tengah dalam proses pembelian oleh pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen dengan Amerika Serikat.

Kolom Komentar


Video

DIALOG JALAN SUTERA - Buka Bukaan Hubungan Indonesia China

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

RMOL WORLD VIEW - 40 Tahun Yang Hangat, Bela Sawit Saling Menguat

Selasa, 13 Oktober 2020
Video

BINCANG SEHAT - Siap Hadapi Musim Hujan Di Tengah Pandemi Covid

Rabu, 14 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Pekan Industri Kreatif, Tempat Anak Muda Indonesia Dan Taiwan Berbagi Budaya Dan Kreativitas
Dunia

Pekan Industri Kreatif, Temp..

19 Oktober 2020 20:41
Partai Evo Morales Hampir Pasti Menang Pemilu, Nicolas Maduro: Kemenangan Besar Untuk Bolivia
Dunia

Partai Evo Morales Hampir Pa..

19 Oktober 2020 20:39
Militer India Tangkap Seorang Tentara Pembebasan Rakyat China Di Perbatasan Ladakh
Dunia

Militer India Tangkap Seoran..

19 Oktober 2020 19:43
Pengamat Internasional: NU Berperan Penting Untuk Perdamaian Afghanistan
Dunia

Pengamat Internasional: NU B..

19 Oktober 2020 19:11
Muncul Klaster Covid-19 Di Antara Para Lansia, Korea Selatan Buru-buru Tes Massal
Dunia

Muncul Klaster Covid-19 Di A..

19 Oktober 2020 19:08
Dua Kemungkinan Resolusi Konflik Untuk Afghanistan
Dunia

Dua Kemungkinan Resolusi Kon..

19 Oktober 2020 18:20
Di Vietnam, PM Jepang Bahas Laut China Selatan Hingga Kerja Sama Anti-Teror
Dunia

Di Vietnam, PM Jepang Bahas ..

19 Oktober 2020 17:08
Second Track Diplomacy, Menyorot Peran Strategis NU Dalam Proses Perdamaian Di Afghanistan
Dunia

Second Track Diplomacy, Meny..

19 Oktober 2020 16:36