Situasi Relatif Tenang, Azerbaijan Enggan Tarik Pasukan Terluka Dari Medan Perang

Azerbaijan menolak untuk menarik pasukan yang terluka di medan perang/Net

Situasi di perbatasan Armenia dan Azerbaijan saat ini relatif tenang, setelah gencatan senjata disepakati kedua belah pihak. Meski begitu, Baku menolak menarik tentara yang terluka dari medan perang.

Kementerian Pertahanan Armenia pada Minggu (18/10) membantah pernyataan pihak Azerbaijan bahwa Angkatan Bersenjata Armenia melepaskan tembakan di sepanjang perbatasan di tengah gencatan senjata.

“Perbatasan Armenia-Azerbaijan relatif tenang. Pernyataan pihak Azerbaijan bahwa unit Angkatan Bersenjata Armenia melepaskan tembakan dari senjata kaliber besar di sepanjang perbatasan tidak sesuai dengan kenyataan,” kata jurubicara kementerian pertahanan Armenia, Shushan Stepanyan, seperti dikutip dari Armen Press.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Armenia juga menyatakan Baku telah menolak untuk menarik tentara yang terluka sesuai dengan kesepakatan yang dimediasi oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC).

Dalam kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan kedua yang dicapai oleh Armenia dan Azerbaijan, ICRC menginisiasi agar kedua pihak dapat menarik jenazah pasukan dan tentara yang terluka di perbatasan.

Gencatan sendiri berlaku efektif pada 18 Oktober pukul 00.00 waktu setempat. Sebelumnya, kedua belah pihak sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober, namun gagal.

"Langkah ini, yang dilakukan sejalan dengan isi dan semangat perjanjian 17 Oktober dan perjanjian 10 Oktober Moskow, ditolak mentah-mentah oleh Baku," kata kementerian luar negeri Armenia.

"(Itu) membuktikan fakta bahwa klan (Presiden Ilham) Aliyev, yang telah mengubah dirinya menjadi instrumen ekspansionisme Turki di wilayah tersebut, hanya peduli tentang memegang cengkeraman kekuasaan dan sementara takut pada perspektif yang tak terelakkan untuk bertanggung jawab di depan rakyatnya sendiri,"  pungkas kementerian.

Pertempuran sengit terbaru antara Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh atau Republik Artsakh terjadi pada 27 September. Setelah itu, keduanya saling menyerang yang mengakibatkan banyak korban militer dan sipil meninggal dunia.

Kolom Komentar


Video

Wanita Terbakar Dalam Mobil di Sukoharjo, Diduga Korban Pembunuhan

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

DENDI RAMADHONA DAN PESAWARAN

Rabu, 21 Oktober 2020
Video

Diduga Melanggar, Bawaslu Panggil Calon Bupati Semarang

Kamis, 22 Oktober 2020

Artikel Lainnya

Raja Malaysia Tolak Usulan Keadaan Darurat, PM Muhyiddin Gagal Dapat 'Angin Segar' Untuk Anggaran Yang Akan Datang
Dunia

Raja Malaysia Tolak Usulan K..

26 Oktober 2020 22:19
BKSAP DPR: Pemerintah Harus Panggil Duta Besar Prancis Untuk Kecam Sikap Presiden Marcon
Dunia

BKSAP DPR: Pemerintah Harus ..

26 Oktober 2020 22:11
Kremlin Risih Joe Biden Jadikan Rusia Sebagai Ancaman Nomor Satu AS
Dunia

Kremlin Risih Joe Biden Jadi..

26 Oktober 2020 19:02
Setelah Terjang Filipina, Topan Molave Bergerak Menuju Vietnam Dengan Lebih Kuat
Dunia

Setelah Terjang Filipina, To..

26 Oktober 2020 17:51
Ikuti Jejak Sang Ayah, Donald Trump Jr Siap Nyalon Pilpres AS 2024
Dunia

Ikuti Jejak Sang Ayah, Donal..

26 Oktober 2020 17:24
AS Jual Senjata Ke Taiwan, China Jatuhi Sanksi Untuk Boeing Dkk
Dunia

AS Jual Senjata Ke Taiwan, C..

26 Oktober 2020 16:53
Puluhan Orang Meninggal Di Korea Selatan, Singapura Tangguhkan Penggunaan Dua Vaksin Influenza
Dunia

Puluhan Orang Meninggal Di K..

26 Oktober 2020 15:55
Presiden Lukashenko Ogah Mundur, Protes Nasional Di Seluruh Penjuru Belarusia Digelar
Dunia

Presiden Lukashenko Ogah Mun..

26 Oktober 2020 15:30