Perdamaian Di Afghanistan, Kesempatan Emas Indonesia Lawan Terorisme Di Dalam Negeri

Perdamaian di Afghanistan akan memberikan peluang bagi Indonesia untuk lebih mudah melawan terorisme di dalam negeri/Net

Indonesia merupakan negara yang memiliki citra yang kuat sebagai mediator internasional. Termasuk dalam kasus Afghanistan. Indonesia konsisten untuk mendorong perdamaian di negara yang telah dilanda konflik sejak hampir dua dekade terakhir itu, baik melalui saluran bilateral maupun multilateral.

Bahkan, konsistensi itu pun dilaksanakan bukan hanya oleh pemerintah Indonesia, tapi juga oleh kelompok masyarakat. Sebut saja Nahdlatul Ulama (NU) yang banyak berperan dalam membantu Taliban untuk bisa membuka pintu dialog.

Wakil Dekan FISIP UIN Jakarta, Badrus Sholeh Ph.d dalam program mingguan RMOL World View bertajuk "Indonesia Untuk Afghanistan Yang Damai" yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Politik RMOL.ID pada Senin (19/10), menjelaskan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang lebih besar untuk masuk lebih dalam ke berbagai aspek subtansial yang mendorong perdamaian di Afghanistan.

"Indonesia bisa masuk ke aspek-aspek subtansial seperti capacity building bagi perempuan, juga memajukan pendidikan. Investasi pendidikan kita yang moderat bisa kita ekspor ke Afghanistan dan saya yakin bisa diterima dengan baik," jelasnya.

Selain itu, aspek lain yang bisa Indonesia mengambil peranan lebih adalah ekonomi.

"Bagaimana dengan ekonomi? Ini jadi tantangan besar berikutnya. Tapi kita punya pengalaman baik dalam transisi demokrasi dengan pembangunan yang luas. Kita juga punya resource yang kuat baik melalui kementerian, BUMN, serta lembaga-lembaga lain untuk bisa membantu transisi ekonomi di Afghanistan," papar Badrus.

Lebih lanjut dia menekankan bahwa, Indonesia memiliki kepentingan besar dalam perdamaian di Afghanistan. Salah satunya adalah untuk melawan terorisme.

"Di Afghanistan itu, pemerintahnya memiliki kekuasaan sekitar 40 persen dari keseluruhan wilayah. Sedangkan Taliban menguasai 30 persen. Sisanya, diperebutkan oleh kelompok-kelompok kecil, termasuk ISIS dan Al Qaeda," ujar Badrus.

"Jika Afghanistan terus menerus konflik, maka ISIS akan terus berkembang di perbatasan (Afghanistan). Sedangkan ISIS di Indonesia memandang wilayah tersebut (perbatasan Afghanistan) sebagai wilayah penting untuk transit. Kepentingan Indonesia (dalam perdamaian di Afghanistan) salah satunya ada di sini, karena bisa membantu melawan teroris di dalam negeri," tandasnya.

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

WHO Godok Peluncuran Sertifikat Elektronik Untuk Vaksinasi Covid-19
Dunia

WHO Godok Peluncuran Sertifi..

04 Desember 2020 18:25
Masalah Domestik Numpuk, Butuh Waktu Bagi Biden Untuk Lanjutkan Negosiasi Denuklirisasi Korea Utara
Dunia

Masalah Domestik Numpuk, But..

04 Desember 2020 18:05
Dino Patti Djalal: Mentalitas Korea Utara Luar Biasa
Dunia

Dino Patti Djalal: Mentalita..

04 Desember 2020 17:13
Dubes Park Tae Sung Berharap Indonesia Dan ASEAN Terus Berkontribusi Bagi Perdamaian Semenanjung Korea
Dunia

Dubes Park Tae Sung Berharap..

04 Desember 2020 16:36
Uzbekistan Telah Menerima Sampel Pertama Vaksin Sputnik V Buatan Rusia
Dunia

Uzbekistan Telah Menerima Sa..

04 Desember 2020 16:31
Presiden Vucic: Vaksin Covid-19 Sputnik V Telah Dikirim Ke Serbia, Dia Akan Jadi Orang Pertama Yang Siap Diujicoba
Dunia

Presiden Vucic: Vaksin Covid..

04 Desember 2020 16:18
Pemilu, Simbol Kuat Kemenangan Demokrasi Venezuela
Dunia

Pemilu, Simbol Kuat Kemenang..

04 Desember 2020 15:38
'Spicy Life' Film Pendek Petani Korban Bencana Tsunami Palu Yang Bertahan Dengan Bantuan ICDF Taiwan
Dunia

'Spicy Life' Film Pendek Pet..

04 Desember 2020 15:23