Tingkatkan Kemampuan Serangan Angkatan Udara China Dapat Pasokan Rudal Jelajah Hipersonik Baru

Ilustrasi/Net

Pemerintah China dikabarkan telah memasok rudal jelajah hipersonik udara baru yang bertujuan untuk memperluas kemampuan serangan pasukan angkatan udara Tiongkok.

Sebuah sumber yang dekat dengan pihak militer mengatakan senjata tersebut merupakan peningkatan dari seri rudal Changjian dan memiliki jangkauan dan kecepatan yang lebih besar daripada yang lain.

"Itu akan memungkinkannya untuk lebih efektif menembus sistem pertahanan rudal," kata sumber tersebut, seperti dikutip dari SCMP, Senin (19/10).

Sebuah video yang beredar di platform jejaring sosial sejak Sabtu (17/10) menunjukkan, rudal baru itu dibawa oleh pesawat pembom H-6N China saat terbang ke pangkalan udara tak dikenal. Bentuknya menyerupai DF-17, rudal balistik hipersonik yang dikerahkan di bawah Pasukan Roket Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang mampu membawa hulu ledak konvensional dan nuklir.

Namun terlepas dari kesamaan itu, sumber yang dekat dengan militer mengatakan rudal baru itu bukan bagian dari seri Dongfeng, yang mencakup rudal balistik jarak pendek, jarak menengah serta antarbenua.

Sumber militer yang berbasis di Beijing mengatakan bahwa rudal itu adalah Changjian yang sudah mengalami peningkatan, dirancang dengan kecepatan dan efisiensi yang ditingkatkan untuk menembus sistem pertahanan yang semakin canggih di seluruh dunia.

“Changjian-20 telah ada selama lebih dari satu dekade. Karena negara-negara lain berlomba untuk mengembangkan sistem pertahanan yang lebih maju dan senjata hipersonik lainnya, sudah waktunya bagi angkatan udara China untuk meningkatkan rudal untuk meningkatkan jangkauan serangannya," kata sumber militer itu.

“Saat ini, kemampuan serangan angkatan udara China dibatasi oleh pembomnya. Untuk pembom H-6, hanya varian H-6N yang mampu mengisi bahan bakar di udara, menghasilkan kelemahan jangkauan yang jelas. Ini mendorong angkatan udara untuk meningkatkan misilnya guna mengurangi masalah jangkauan," lanjutnya.

Sumber itu mengatakan peningkatan kemampuan serangan angkatan udara adalah hasil lain dari dorongan modernisasi.

Sumber lain yang dekat dengan angkatan udara China juga mengatakan rudal baru itu adalah rudal jelajah hipersonik udara.

"Ini dirancang untuk menutupi kekurangan rudal CJ [Changjian] lainnya, yang relatif lambat, memiliki jangkauan yang lebih pendek dan kurang efektif dalam menembus perisai pertahanan," kata sumber itu.

"Rudal baru ini dapat menandingi senjata serupa lainnya yang sedang dikembangkan oleh Rusia atau AS. Tapi kami masih perlu meningkatkan pembom kami untuk mengeluarkan potensi penuhnya."

China telah menggelontorkan jutaan dolar untuk penelitian dan pengembangan persenjataan canggih. Menurut laporan US Congressional Research Service pada bulan Agustus, China adalah pesaing terkuat Amerika Serikat dalam teknologi militer mutakhir seperti kecerdasan buatan dan komputasi kuantum.

Song Zhongping, seorang komentator militer yang berbasis di Hong Kong dan lulusan Universitas Teknik Artileri Kedua PLA, mengatakan rudal baru itu dapat meningkatkan kemampuan tempur di semua layanan militer China.

"Rudal baru tersebut dapat memperkuat kemampuan angkatan udara China dan mempersingkat waktu reaksi dalam situasi pertempuran nyata," kata Song.

Beberapa waktu lalu sebuah sumber mengatakan China tengah meningkatkan kehadiran militernya di pantai tenggara, bersiap untuk kemungkinan menginvasi Taiwan. Militer China, terlihat terus meningkatkan kehadiran pangkalan misilnya di wilayah tersebut.

Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China, telah mengerahkan rudal hipersonik DF-17 yang paling canggih ke daerah tersebut, di pesisir yang berhadapan dengan Taiwan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Presiden Armenia Minta Rakyat Bisa Saling Bergandengan Tangan Hadapi Situasi Pasca Perang
Dunia

Presiden Armenia Minta Rakya..

05 Desember 2020 17:27
Beri Contoh Pada Rakyatnya, Erdogan Siap Disuntik Vaksin Covid-19
Dunia

Beri Contoh Pada Rakyatnya, ..

05 Desember 2020 17:05
Ajudan Senator Republik Georgia Tewas Dalam Kecelakaan Mobil Beruntun, Mike Pence Berduka: Dia Pemuda Yang Luar Biasa
Dunia

Ajudan Senator Republik Geor..

05 Desember 2020 16:47
Undang Aktivis Pro-Demokrasi, Politisi Denmark Kena Amukan China: Jangan Ikut Campur Urusan Hong Kong!
Dunia

Undang Aktivis Pro-Demokrasi..

05 Desember 2020 16:34
Badan Keamanan Lebanon Ungkap Rencana Pembunuhan Sejumlah Tokoh Masyarakat
Dunia

Badan Keamanan Lebanon Ungka..

05 Desember 2020 15:37
Penemuan Luar Biasa Dari Penggalian Kota Pompeii: Harta Karun Orang Romawi Terkaya Bernama Quintus Poppaeus
Dunia

Penemuan Luar Biasa Dari Pen..

05 Desember 2020 15:16
Perang Telah Berakhir, Namun Perjuangan Melawan Stres Pasca-Trauma Baru Saja Dimulai
Dunia

Perang Telah Berakhir, Namun..

05 Desember 2020 14:46
Belasan Penambang Terjebak Tanah Longsor Di Tambang Emas Ilegal Nikaragua
Dunia

Belasan Penambang Terjebak T..

05 Desember 2020 13:48