Tiga Orang Tewas Puluhan Lainnya Luka-luka Gara-gara Klaim Kemenangan Prematur Sang Oposisi Guinea

Oposisi Guinea, Cellou Dalein Diallo/Net

Kandidat presiden dari oposisi Guinea, Cellou Dalein Diallo, mengklaim bahwa dirinya telah menjadi pemenang putaran pertama Pemilihan Presiden 18 Oktober. Pada Senin (19/10) waktu setempat ia menyatakan klaimnya itu yang langsung dibantah oleh komisi pemilihan dan pemerintah.

Diallo tidak memberikan angka apa pun dalam pernyataannya. Namun dia mengakui bahwa penghitungan itu berdasarkan hitungan partainya, bukan penghitungan resmi yang dilakukan oleh komisi pemilihan nasional yang memang belum mengumumkan hasilnya.

"Terlepas dari anomali serius yang merusak kelancaran pemilihan dan mengingat hasil yang keluar dari kotak suara, saya menang dalam pemilihan ini pada putaran pertama," kata Diallo kepada wartawan dan pendukung yang bersorak sorai, seperti dikutip dari AFP, Selasa (20/10).

“Saya mengajak semua warga negara saya yang mencintai perdamaian dan keadilan untuk tetap waspada dan berkomitmen untuk mempertahankan kemenangan demokrasi ini.”

Namun, klaimnya itu telah membuat pangggung perselisihan antara pihak oposisi dan pemerintah, dan dikhawatirkan akan memicu gesekan. Komisi pemilihan sendiri telah mengatakan bahwa klaim Diallo tidak memiliki bobot.

“Komisi Independen Pemilihan Nasional adalah satu-satunya badan yang berwenang untuk memberikan hasil sementara. Ini bukan untuk partai politik atau individu mana pun untuk melakukannya," kata Mamadi 3 Kaba, juru bicara komisi tersebut kepada Reuters.

“Kami menyesali sikap Pak Diallo dan kami mengatakan deklarasi ini batal demi hukum,” tambahnya.

Pemerintah Guinea mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin (19/20) malam waktu setempat bahwa pernyataan Diallo tidak bertanggung jawab dan dapat menyebarkan kebingungan dan merusak perdamaian di negara bagian Afrika Barat itu. Mereka juga memperingatkan hal itu bisa menimbulkan tuntutan pidana terhadapnya.

Pemerintah mengatakan hasil dari lebih dari 15 ribu tempat pemungutan suara masih dihitung. "Tidak mungkin, pada tahap proses ini, tidak memiliki tren apa pun, apalagi hasil pemungutan suara."

Diallo adalah penantang utama presiden petahana Guinea yang berusia 82 tahun, Alpha Conde , yang mengupayakan mandat ketiga setelah perubahan konstitusi pada Maret yang memicu protes mematikan.

Setelah mendengar pengumuman Diallo, di luar gedung di ibu kota, Conakry, para pendukung meledak dalam kegembiraan dan meneriakkan ‘Cellou, presiden’. Di tempat lain di kota, pasukan keamanan menembakkan tabung gas air mata ke kerumunan orang yang berkumpul untuk mendukung Diallo.

Diallo mengatakan di akun Twitternya bahwa tiga pemuda tewas di ibu kota, dan beberapa lainnya terluka oleh pasukan keamanan saat mereka merayakan klaim kemenangannya.

Pemerintah tidak segera bersedia untuk mengomentari kematian tersebut.

Menteri Keamanan Damantang Albert Camara sebelumnya menuduh partai Diallo menerbitkan hasil palsu, dan memperingatkan hal itu berisiko memicu kekerasan.

"Strategi perayaan yang dipaksakan, prematur dan tidak dapat dibenarkan ini telah direncanakan dengan hati-hati sebelum pemilihan," kata Camara dalam sebuah pernyataan.

Kelompok-kelompok hak asasi mengatakan setidaknya 50 orang telah terbunuh selama setahun terakhir selama demonstrasi menentang perubahan konstitusi yang memungkinkan Conde untuk mencari setidaknya enam tahun lagi kekuasaannya.
Guinea adalah negara di Afrika Barat. Sebelumnya namanya dikenal sebagai Guinea Prancis. Belakangan, negeri ini kadang-kadang disebut Guinea-Conakry untuk membedakannya dengan tetangganya, Guinea-Bissau. Bendera negara ini terdiri dari tiga warna; merah, kuning, dan hijau.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Pidato Perpisahan Donald Trump: Saya Pergi Dari Tempat Megah Ini Dengan Hati Yang Setia Dan Gembira
Dunia

Pidato Perpisahan Donald Tru..

20 Januari 2021 07:52
Irak Tunda Pemilu Hingga Oktober, Aktivis:  Ini Seperti Tusukan Terhadap Tuntutan Kami
Dunia

Irak Tunda Pemilu Hingga Okt..

20 Januari 2021 07:21
Putin Dicurigai Ada Di Balik Kerusuhan Capitol Hill, Hillary Clinton Dan Nancy Pelosi Desak Kongres AS Bentuk Tim Investigasi
Dunia

Putin Dicurigai Ada Di Balik..

20 Januari 2021 06:58
Hitungan Jam Jelang Pelantikan Biden, Washington DC Bagai Kota Hantu Yang Dijaga Tentara
Dunia

Hitungan Jam Jelang Pelantik..

20 Januari 2021 06:33
Pakar Kesehatan Ragukan Target Herd Immunity Covid-19 Korsel
Dunia

Pakar Kesehatan Ragukan Targ..

19 Januari 2021 23:36
Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta Dosis Vaksin Sputnik V Pada Akhir Maret
Dunia

Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta..

19 Januari 2021 23:10
Maroko Dapat Dukungan 40 Negara Atas Solusi Otonomi Di Sahara
Dunia

Maroko Dapat Dukungan 40 Neg..

19 Januari 2021 23:00
Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53